SAR Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda.(Foto : liputan6.com)

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda.(Foto : liputan6.com)

Jakarta, Britakini.com – Tim SAR gabungan memperpanjang pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda. Tim SAR akan melanjutkan operasi selama tiga hari hingga Kamis, 17 September 2026.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyampaikan keputusan tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah daerah pada Senin (14/9/2026).

“Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad, Senin (14/9/2026).

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Tiga Hari

Tim SAR gabungan akan mempertahankan jumlah personel dan peralatan selama tiga hari berikutnya. Namun, tim akan menyesuaikan penggunaan peralatan dengan kondisi cuaca di lokasi pencarian.

Tim SAR akan mengerahkan kapal untuk menyisir wilayah perairan. Tim juga menyiapkan pemantauan dari udara menggunakan helikopter.

Namun, tim harus melihat kondisi angin sebelum menerbangkan helikopter. Debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau juga menjadi pertimbangan.

“Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca seperti apa,” jelas Al Amrad.

Tim SAR berharap tambahan waktu pencarian dapat meningkatkan peluang menemukan delapan orang yang masih hilang.

Sebelum memperpanjang operasi, tim melakukan evaluasi terhadap pencarian selama tujuh hari. Tim juga memeriksa sejumlah wilayah yang belum mereka sisir secara maksimal.

“Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan-tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui,” terang Al Amrad.

Kabut Tebal Hambat Tim SAR

Tim SAR menghadapi kendala cuaca pada hari ketujuh pencarian. Kabut tebal menjadi salah satu hambatan utama dalam penyisiran.

Kabut membuat jarak pandang tim hanya sekitar 1–1,5 mil laut. Sementara itu, kondisi gelombang mulai lebih tenang.

Baca Juga :  Resep Bolu Keju Cheddar Lembut Gurih Praktis

Tim SAR Lampung juga belum dapat menyisir Sektor Z secara maksimal. KN SAR Basudewa menjalankan pencarian di sektor tersebut.

Sektor Z mencakup perairan Teluk Semangka hingga sekitar Pulau Tabuan.

Nakhoda KN SAR Basudewa Lampung, Capt. M. Fadli, mengatakan angin kencang menghambat pencarian dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk beberapa hari sebelumnya memang kondisi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin cukup tinggi sehingga menyulitkan tim SAR dalam melaksanakan penyisiran beberapa area,” kata Fadli, Senin (14/9/2026).

Namun, kondisi perairan mulai membaik pada Senin pagi. Tim mencatat tinggi gelombang sekitar 0,5–0,7 meter.

“Untuk pagi ini, alhamdulillah secara kondisi gelombang cukup tenang. Gelombang ketinggian 0,5 sampai 0,7 meter, artinya masih kondusif,” ujar Fadli.

Jarak Pandang Terbatas

Meski gelombang mulai tenang, kabut masih mengganggu pencarian. Kondisi tersebut membuat jarak pandang tim hanya sekitar 1–1,5 mil laut.

Jarak pandang yang terbatas membuat tim kesulitan menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut. Tim juga masih mencari speedboat yang mereka gunakan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung. Tim antara lain memakai teropong untuk membantu pengamatan di tengah kabut.

“Dengan keterbatasan jarak pandang ini tim SAR memang tidak bisa maksimal. Namun demikian, kita tetap maksimalkan dengan peralatan-peralatan pendukung seperti teropong dan peralatan lainnya,” kata Fadli.

KN SAR Basudewa membawa 27 personel gabungan dalam pencarian hari ketujuh. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Pelindo Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, KN SAR Basudewa bergerak menuju Sektor Z untuk melakukan penyisiran.

KN SAR Basudewa Sisir Area 512 Mil Laut Persegi

Tim SAR menugaskan KN SAR Basudewa untuk menyisir area sekitar 512 mil laut persegi. Area tersebut mencakup perairan sekitar Pulau Tabuan dan Teluk Semangka.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Aktif Hari Ini 16 Januari

Tim menentukan pembagian sektor berdasarkan hasil pemetaan SAR Map Prediction. Pemetaan tersebut membantu tim memperkirakan arah pergerakan rombongan dari titik terakhir keberadaan mereka.

“Berdasarkan SAR Map Prediction, arahnya memang mengarah ke wilayah sekitar Teluk Semangka dan beberapa wilayah di Samudra Hindia,” ujar Fadli.

Tim SAR akan terus mengevaluasi hasil penyisiran. Tim juga akan menyesuaikan wilayah pencarian berdasarkan kondisi di lapangan.

Delapan Orang Masih Dicari

Tim SAR masih mencari delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. Mereka terdiri atas tiga awak speedboat dan lima jurnalis.

Tiga awak speedboat tersebut yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), pemandu.

Sementara itu, lima jurnalis yang ikut dalam rombongan tersebut terdiri atas:

  • M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis ANTARA.
  • Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka.com.
  • Yudhis (43), jurnalis iNews.
  • Daus (42), jurnalis Anadolu.
  • Donal (51), jurnalis lepas.

Rombongan Berangkat untuk Liputan Erupsi

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan masih berlangsung hingga sekitar pukul 15.04 WIB.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian setelah rombongan tersebut kehilangan kontak.

Hingga Senin (14/9/2026), tim SAR belum menemukan delapan orang tersebut. Tim akan melanjutkan pencarian hingga Kamis (17/9/2026).

Tim juga akan terus menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi cuaca dan hasil evaluasi di lapangan. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Perjuangan Atlet Indonesia Berbuah Lima Emas Asian Games
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik

Berita Terbaru

DLH Kerinci mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Kerinci

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:00 WIB

Pemilik mengisi daya mobil listrik menggunakan perangkat pengisian daya di rumah.(Foto : Liputan6.com/Fery Pradolo)

Teknologi

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE menawarkan mesin 1.5L MIVEC, transmisi CVT, serta fitur keselamatan dan kenyamanan untuk menunjang aktivitas harian. (Foto : Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Teknologi

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:00 WIB

Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Nasional

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:00 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera Selatan menyisakan titik panas serta memicu sebaran asap yang mengancam kualitas udara. (Foto : MUDA SAGALA/AFP)

Nasional

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:00 WIB