BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Hari Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan lebat mengguyur wilayah Indonesia di tengah potensi cuaca ekstrem.

Hujan lebat mengguyur wilayah Indonesia di tengah potensi cuaca ekstrem.

Jakarta , Britakini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (8/9/2026).

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat mengguyur sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Barat Daya.

BMKG juga memperingatkan masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara karena hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Selain hujan, angin kencang juga dapat melanda Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Papua, dan Papua Pegunungan.

Cuaca Panas Tetap Mengancam Kesehatan

Masyarakat juga perlu mengantisipasi dampak cuaca panas yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Kondisi panas dan kering dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta kelelahan akibat paparan suhu tinggi.

BMKG mencatat suhu maksimum pada dasarian III Agustus mencapai 37,9 derajat Celsius di Melawi, Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Wako Alfin : Semangat Juara Meraih Swasti Saba Wistara

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sebaiknya memperbanyak minum air, mengurangi paparan langsung sinar Matahari, dan menggunakan pelindung kulit seperti tabir surya.

Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. BMKG mencatat 463 titik panas di Kalimantan dan 264 titik panas di Sumatera.

Kebakaran hutan dan lahan dapat menghasilkan asap yang menurunkan kualitas udara. Asap tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat perlu memberikan perhatian khusus di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan yang mudah terbakar.

Hujan Lebat Tetap Bisa Terjadi di Tengah Kondisi Kering

Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kondisi relatif kering, masyarakat tetap perlu mengantisipasi hujan lebat yang dapat turun secara tiba-tiba.

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan menerima curah hujan sekitar 0 hingga 150 milimeter per dasarian selama September.

Baca Juga :  PLTA Kerinci Dorong Target Net Zero Emission 2060

Sejumlah dinamika atmosfer dapat memicu pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, konvergensi, dan kondisi atmosfer yang labil dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas bervariasi.

BMKG memperkirakan Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara memiliki peluang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Hujan lebat juga dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat merobohkan pohon, menjatuhkan dahan, merusak atau menjatuhkan baliho, serta menimbulkan genangan.

Masyarakat sebaiknya segera mencari tempat aman ketika cuaca memburuk. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang terlihat rapuh.

BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat juga perlu menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

(eny)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: iNBrita.com

Berita Terkait

Jadwal Musim Hujan 2026/2027, BMKG Ungkap Prediksi Terbaru
Penerbangan Hang Nadim Batam Normal, Kabut Asap Dipantau
BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus
Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla
Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara
Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Jadwal Musim Hujan 2026/2027, BMKG Ungkap Prediksi Terbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Penerbangan Hang Nadim Batam Normal, Kabut Asap Dipantau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB