Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Capai 15 Kilometer

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan pergerakan abu hingga wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.(Foto : Website BMKG)

Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan pergerakan abu hingga wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.(Foto : Website BMKG)

Jakarta, Britakini.com – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terpantau menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera pada Senin (7/9/2026) sore.

Analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan dua klaster abu vulkanik. Kedua klaster tersebut memiliki ketinggian dan arah pergerakan yang berbeda.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin menjadi sumber informasi dalam analisis tersebut.

Dua Klaster Abu Vulkanik

BMKG menganalisis citra RGB Himawari-9 pada Senin (7/9/2026) pukul 16.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan klaster pertama membawa abu dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,5 kilometer.

Angin membawa klaster tersebut ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, dan Bengkulu serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, klaster kedua mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,2 kilometer. Angin membawa abu pada lapisan ini ke arah barat daya hingga barat.

Baca Juga :  Pajak Toyota Avanza 1.3 L 2026 Tembus Rp4 Jutaan

Sebaran pada ketinggian tersebut bergerak menuju Samudra Hindia. Abu kemudian semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Peta BMKG Tampilkan Sebaran Abu

BMKG menampilkan dua klaster tersebut dalam peta sebaran abu vulkanik. Poligon berwarna kuning menandai area yang teridentifikasi mengandung abu.

Peta itu memperlihatkan perbedaan ketinggian antara kedua klaster. Area pertama berada pada lapisan hingga 15.000 kaki. Sementara itu, area kedua mencapai lapisan hingga 50.000 kaki.

Perbedaan ketinggian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat membawa abu ke beberapa lapisan atmosfer. Angin kemudian memengaruhi arah pergerakan abu pada setiap lapisan.

BMKG menyusun produk citra sebaran abu berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari VAAC Darwin. Informasi tersebut kemudian BMKG tampilkan melalui analisis citra satelit.

Abu Vulkanik Capai 15,2 Kilometer

Ketinggian abu hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,2 kilometer menjadi perhatian dalam pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga :  Hutri Randa Bacakan Teks Proklamasi Upacara HUT RI-81

Lapisan abu pada ketinggian tersebut berada jauh di atas sebaran klaster pertama. Kondisi ini menunjukkan bahwa material vulkanik dapat mencapai lapisan udara yang cukup tinggi.

Informasi mengenai ketinggian dan pergerakan abu penting bagi berbagai pihak. Data tersebut membantu pihak terkait melakukan pemantauan dan menentukan langkah antisipasi.

Dampak terhadap Aktivitas Penerbangan

Sebaran abu vulkanik juga perlu mendapat perhatian dalam aktivitas penerbangan. Abu yang masuk ke jalur penerbangan dapat mengganggu pengoperasian pesawat.

Karena itu, informasi dari pemantauan satelit dan VAAC menjadi penting bagi keselamatan penerbangan. Pihak terkait dapat menggunakan informasi tersebut untuk memantau kondisi ruang udara di sekitar wilayah terdampak.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Perjuangan Atlet Indonesia Berbuah Lima Emas Asian Games
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik

Berita Terbaru

DLH Kerinci mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Kerinci

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:00 WIB

Pemilik mengisi daya mobil listrik menggunakan perangkat pengisian daya di rumah.(Foto : Liputan6.com/Fery Pradolo)

Teknologi

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE menawarkan mesin 1.5L MIVEC, transmisi CVT, serta fitur keselamatan dan kenyamanan untuk menunjang aktivitas harian. (Foto : Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Teknologi

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:00 WIB

Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Nasional

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:00 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera Selatan menyisakan titik panas serta memicu sebaran asap yang mengancam kualitas udara. (Foto : MUDA SAGALA/AFP)

Nasional

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:00 WIB