Industri Kopi Teh Indonesia Kuasai Peluang Pasar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengolahan kopi dan teh Indonesia yang semakin diminati pasar global.(Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Aktivitas pengolahan kopi dan teh Indonesia yang semakin diminati pasar global.(Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Britakini.com – Produk kopi dan teh Indonesia terus menarik minat pasar global. Ekspor kopi dan teh Indonesia bahkan menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekspor kopi olahan mencapai US$ 692 juta atau setara Rp 12,33 triliun (kurs Rp 17.810). Dengan demikian, nilai ini naik 4,36% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa industri pengolahan berhasil mendorong Indonesia menjadi produsen kopi terbesar keempat di dunia. Ia pun menyampaikan hal ini saat membuka acara Specialty Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Industri Teh Tunjukkan Tren Positif

Di sisi lain, industri teh Indonesia terus tumbuh. Faisol menyebut pelaku industri berhasil meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional. Bahkan, pasar ekstrak teh global naik dari US$ 3,6 juta pada 2019 menjadi US$ 5,6 juta pada 2025.

Selain itu, pasar suplemen teh hijau juga terus berkembang. Nilainya mencapai US$ 909,9 juta pada 2025 dan diperkirakan menembus US$ 1,33 miliar pada 2033. Oleh karena itu, tren ini membuka peluang besar bagi ekspor kopi dan teh Indonesia untuk memperluas pasar global.

Baca Juga :  Industri Ritel Indonesia Perkuat Distribusi dan Kolaborasi UMKM

Penguatan Kakao dan Hortikultura

Selanjutnya, Indonesia terus memperkuat sektor kakao. Pelaku industri tidak hanya mengembangkan produk olahan, tetapi juga meningkatkan daya saing global. Alhasil, Indonesia menempati peringkat keempat dunia untuk produk olahan kakao dan posisi ketujuh untuk biji kakao.

Di sisi lain, sektor hortikultura juga menunjukkan perkembangan pesat. Pelaku industri memanfaatkan bahan baku lokal untuk meningkatkan ekspor. Pada 2025, nilai ekspor hortikultura mencapai US$ 544,8 juta. Bahkan, nanas kaleng menjadi kontributor utama dengan menyumbang hampir separuh total ekspor.

Peluang Produk Olahan Susu

Selain komoditas tersebut, industri susu nasional juga terus berkembang. Pelaku usaha kini fokus memproduksi keju dan gelato sebagai produk bernilai tambah. Seiring dengan itu, permintaan meningkat karena pertumbuhan industri kuliner, hotel, restoran, dan kafe.

Dengan kondisi tersebut, ekspor kopi dan teh Indonesia serta produk olahan lainnya semakin berpeluang menembus pasar global.

Industri Tembakau Tetap Kuat

Di samping itu, Industri Hasil Tembakau (IHT) tetap menunjukkan kinerja stabil. Pelaku industri memanfaatkan bahan baku lokal untuk memperkuat ekspor. Bahkan, Indonesia kini menempati posisi sebagai eksportir IHT terbesar keenam di dunia.

Baca Juga :  BBNKB Mobil Bekas Resmi Dihapus Pemerintah

Tidak hanya itu, pelaku industri juga menghasilkan produk unggulan seperti cerutu premium berbahan tembakau Deli dan Besuki Na-Oogst (N.O.). Produk ini pun telah mendapat pengakuan luas di pasar internasional.

Produk Fermentasi Semakin Dilirik

Lebih lanjut, produk fermentasi lokal juga memiliki potensi besar. Faisol menilai pelaku industri dapat mengembangkan sektor ini sebagai sumber pertumbuhan baru. Berdasarkan data, pasar pangan fermentasi global diperkirakan mencapai US$ 788,33 juta pada 2025 dan menembus US$ 1,2 miliar pada 2034.

Dengan peluang tersebut, pelaku industri dapat memperkuat posisi ekspor kopi dan teh Indonesia di pasar global.

Dorongan Perluasan Pasar Global

Pada akhirnya, Faisol mendorong pelaku industri untuk terus memperluas pasar internasional. Ia juga meminta pelaku usaha memperkuat branding produk lokal. Oleh sebab itu, ajang Specialty Indonesia 2026 diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif. (Ven*)

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB