Jakarta, Britakini.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 261,5 triliun.
Angka itu turun Rp 11,44 triliun dari usulan awal pemerintah sebesar Rp 272,95 triliun.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan telah membahas alokasi tersebut.
“Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar, lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027, sebesar Rp 272.945,3 miliar,” kata Said dalam rapat kerja bersama sejumlah menteri di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Subsidi BBM dan LPG Capai Rp 131,39 Triliun
Banggar mengalokasikan Rp 131,39 triliun untuk subsidi BBM dan LPG tabung 3 kilogram.
Anggaran tersebut mencakup subsidi BBM tertentu sebesar Rp 28,38 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp 103,05 triliun.
Selain itu, Banggar menetapkan subsidi listrik sebesar Rp 130,18 triliun. Anggaran tersebut mencakup subsidi tahun berjalan sebesar Rp 117,84 triliun dan pembayaran kurang bayar tahun 2025 sebesar Rp 12,26 triliun.
Untuk volume BBM, Banggar menetapkan alokasi sebesar 19,561 juta kiloliter.
Jumlah tersebut terdiri atas 561 ribu kiloliter minyak tanah dan 19 juta kiloliter minyak solar.
Banggar juga menetapkan volume LPG tabung 3 kilogram sebesar 8 juta ton. Sementara itu, pemerintah menetapkan subsidi tetap minyak solar sebesar Rp 1.000 per liter.
Banggar Tetapkan Asumsi Ekonomi Makro
Selain subsidi energi, Banggar DPR RI menyepakati sejumlah asumsi ekonomi makro untuk RAPBN 2027.
Banggar menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi sebesar 2,5 persen.
Lembaga tersebut juga menetapkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.500 per dolar AS.
Pemerintah bersama Banggar menetapkan tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 6,9 persen.
Selanjutnya, Banggar menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar 75 dolar AS per barel.
Banggar juga menargetkan lifting minyak bumi sebesar 612,5 ribu barel per hari. Untuk lifting gas bumi, targetnya mencapai 954 ribu barel setara minyak per hari.
Pemerintah Targetkan Kemiskinan Turun
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 6-6,5 persen.
Untuk kemiskinan ekstrem, pemerintah menetapkan target pada kisaran 0-0,5 persen.
Selain itu, pemerintah menargetkan rasio Gini berada pada kisaran 0,360-0,365.
Pemerintah juga memasang target tingkat pengangguran terbuka sebesar 4-4,87 persen.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.
Pendapatan Negara Capai Rp 3.435,1 Triliun
Dalam postur RAPBN 2027 yang telah disepakati, Banggar menetapkan pendapatan negara sebesar Rp 3.435,1 triliun.
Nilai tersebut naik Rp 9,07 triliun dari usulan awal pemerintah sebesar Rp 3.426,03 triliun.
Banggar menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp 2.911,95 triliun.
Target tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 2.593,35 triliun serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp 318,6 triliun.
Sementara itu, Banggar menetapkan belanja negara sebesar Rp 4.106,26 triliun.
Dengan postur tersebut, pemerintah mencatat defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: kompas.com









