Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Merosot 10,76%
Jakarta, Britakini.com – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami tekanan tajam pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026). Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merosot di tengah aksi jual yang melanda pasar saham Indonesia.
Mengutip data RTI, harga saham BMRI turun 8,54% menjadi Rp 3.640 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham ini berada di level Rp 3.390 per saham, turun 590 poin dari penutupan sebelumnya sebesar Rp 3.980.
Selama sesi pertama, saham BMRI sempat menyentuh harga tertinggi Rp 3.910 per saham. Namun, tekanan jual kemudian membawa saham tersebut ke level terendah Rp 3.640 per saham.
Investor mencatat 86.353 kali transaksi saham BMRI dengan volume 3.951.558 saham. Nilai transaksi mencapai Rp 1,4 triliun. Penurunan harga tersebut juga menekan kapitalisasi pasar Bank Mandiri menjadi Rp 339,73 triliun.
Sementara itu, IHSG merosot 10,76% ke level 5.233 pada akhir sesi pertama. Indeks LQ45 juga melemah 12% menjadi 519,26.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.193,22 hingga 5.404,50. Tekanan jual mendominasi pasar setelah investor melepas saham mereka. Sebanyak 771 saham melemah, sedangkan 14 saham menguat. Tiga saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Pelaku pasar mencatat frekuensi transaksi mencapai 1.354.139 kali. Volume perdagangan menyentuh 38,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,3 triliun. Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 18.023 per dolar AS.
Seluruh Sektor Saham Mengalami Koreksi
Tekanan jual juga melanda seluruh sektor saham. Sektor barang baku mencatat penurunan terbesar sebesar 12,96%. Sektor energi menyusul dengan koreksi 12,21%, sedangkan sektor infrastruktur turun 12,13%.
Selain itu, sektor industri melemah 10,79% dan sektor kesehatan terkoreksi 10,42%. Sektor konsumen nonsiklikal turun 9,7%, sementara sektor transportasi melemah 9,45%.
Di sisi lain, sektor properti turun 9,37% dan sektor teknologi terkoreksi 8,32%. Sektor keuangan juga melemah sebesar 8,215%.
Koreksi IHSG dan pelemahan berbagai sektor menunjukkan kuatnya tekanan jual di pasar saham. Saham BMRI turut terdampak kondisi tersebut selama sesi pertama perdagangan Jumat.
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









