Jakarta, Britakini.com — Sebagian anak muda masih merasa kuat dan yakin bisa terhindar dari berbagai penyakit. Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan ginjal sejak usia muda.
Hipertensi Jadi Faktor Risiko Utama
Para ahli menegaskan bahwa orang dewasa muda di bawah usia 40 tahun yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) menghadapi risiko lebih besar. Dokter spesialis kardiologi intervensi, Dr. Cheng-Han Chen, menyebut tekanan darah tinggi sebagai faktor utama penyebab berbagai penyakit serius.
Ia menjelaskan bahwa hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan ginjal. Ia juga menambahkan bahwa tekanan darah tinggi yang berlangsung lama sejak usia muda dapat memicu penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal lebih cepat saat memasuki usia paruh baya.
Data Global Perkuat Temuan
American Heart Association melaporkan bahwa hampir setengah orang dewasa di Amerika Serikat mengalami hipertensi. Organisasi ini juga mencatat bahwa kondisi tersebut menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia.
Hipertensi pada Anak Muda Sering Diabaikan
Ahli kardiologi Karishma Patwa menilai banyak orang masih mengabaikan hipertensi pada usia muda. Ia mengatakan bahwa orang cenderung hanya memantau tanpa mengambil tindakan. Ia menegaskan bahwa temuan ini mendorong tenaga medis untuk memulai skrining dan penanganan lebih awal, tanpa menunggu usia paruh baya.
Metode Penelitian
Peneliti melibatkan 291.887 orang dewasa dari data Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Mereka memilih peserta yang berusia 30 tahun di awal penelitian dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal. Selanjutnya, peneliti memantau peserta hingga usia 40 tahun.
Risiko Meningkat Seiring Waktu
Peneliti menemukan bahwa peserta yang mengalami hipertensi secara konsisten antara usia 30 hingga 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan ginjal setelah usia 40 tahun.
Peneliti juga mencatat bahwa kenaikan tekanan darah sistolik sekitar 10 mmHg selama 10 tahun meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 27 persen dan penyakit ginjal sebesar 22 persen. Selain itu, kenaikan tekanan darah diastolik sekitar 5 mmHg dalam periode yang sama meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20 persen dan penyakit ginjal sebesar 16 persen.
(Ven*)









