Dokter Tegaskan Nyeri Leher Bukan Tanda Kolesterol Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Getty Images/Cecilie_Arcurs

Foto: Getty Images/Cecilie_Arcurs

Jakarta, Britakini.com – Kolesterol adalah zat seperti lilin yang terdapat dalam darah. Tubuh memerlukan kolesterol untuk membentuk sel-sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Banyak orang menganggap nyeri atau sensasi cenat-cenut di leher belakang sebagai tanda kolesterol tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat.

Nyeri Leher Belakang Bukan Tanda Kolesterol Tinggi

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), menegaskan bahwa nyeri leher belakang tidak berkaitan dengan kolesterol tinggi. Ia menjelaskan bahwa nyeri leher biasanya muncul akibat kesalahan postur.

“Mitos. Nyeri otot leher tidak disebabkan oleh kolesterol,” tegasnya.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, juga menyampaikan hal yang sama. Ia menegaskan bahwa kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala khas. Untuk memastikan kondisi tersebut, seseorang harus melakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Wako Alfin Tutup Bimtek Kades Sungai Penuh

“Tidak bisa menyimpulkan sakit leher sebagai tanda kolesterol tinggi,” ujarnya.

Kolesterol Tinggi Umumnya Tanpa Gejala

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Muhammad Imanuddin, menjelaskan bahwa kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi tidak menimbulkan gejala khusus.

Namun, beberapa pasien terkadang merasakan keluhan, seperti:

  • Pembengkakan pada kaki, tangan, atau tubuh
  • Nyeri pada kaki, tangan, pundak, atau leher

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi kolesterol. Pemeriksaan tersebut meliputi kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL di fasilitas kesehatan terdekat.

Obesitas Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Ray Ratu, SpPD, menjelaskan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menimbun lemak berlebih sehingga berat badan tidak proporsional.

Ia menambahkan bahwa obesitas termasuk dalam sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan asam urat.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Sri Kartini Pastikan Sembako Terjangkau Warga

Meski begitu, tidak semua orang dengan obesitas memiliki kolesterol tinggi. Namun, orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan ideal.

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Selain obesitas, beberapa faktor lain juga meningkatkan risiko kolesterol tinggi, antara lain:

  • Pola makan tidak sehat: konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan meningkatkan kadar kolesterol
  • Kurang aktivitas fisik: olahraga membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL)
  • Konsumsi alkohol berlebihan: meningkatkan kolesterol total
  • Usia: risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun

Nyeri leher belakang bukan tanda pasti kolesterol tinggi. Untuk memastikan kondisi tubuh, seseorang perlu melakukan pemeriksaan darah secara rutin. (Ven*)

Berita Terkait

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat
Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah
Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran
Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif
Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan
Telur Bikin Bisul? Ini Fakta Menurut Ahli
Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali
Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:00 WIB

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah

Rabu, 30 September 2026 - 03:00 WIB

Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran

Senin, 28 September 2026 - 01:00 WIB

Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif

Jumat, 25 September 2026 - 02:00 WIB

Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan

Berita Terbaru

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (13/10/2026) seiring meningkatnya tekanan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp20.000 menjadi Rp2.574.000 per gram pada Selasa (13/10/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, di tengah penguatan dolar AS dan penantian data inflasi.(Foto By AI)

Ekonomi

Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang 2026 yang menawarkan koin dari aktivitas menonton video drama dan penarikan saldo melalui dompet digital. (Foto: redaksi/tribunsumbar.com)

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin

Selasa, 13 Okt 2026 - 02:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026 menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.(Foto : YouTube Al Arabiya/tribunnews.com)

Internasional

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Senin, 12 Okt 2026 - 22:00 WIB