Minuman Manis Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang dokter menunjukkan model anatomi ginjal kepada pasien saat konsultasi untuk menjelaskan fungsi dan risiko penyakit ginjal.(Foto : Getty Images/PonyWang)

Seorang dokter menunjukkan model anatomi ginjal kepada pasien saat konsultasi untuk menjelaskan fungsi dan risiko penyakit ginjal.(Foto : Getty Images/PonyWang)

Jakarta, Britakini.com — Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa kasus penyakit ginjal kronis terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ia menyoroti konsumsi minuman manis sebagai penyebab utama kerusakan ginjal.

Kebiasaan Minuman Manis pada Anak

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari 50 persen anak usia 3–14 tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari. Oleh karena itu, kelompok ini mencatat angka tertinggi dibandingkan kelompok usia lain.

Secara rinci, anak usia 3–4 tahun mencapai 51,4 persen. Selanjutnya, usia 5–9 tahun mencatat 53,0 persen. Sementara itu, usia 10–14 tahun mencapai 50,7 persen. Adapun rata-rata nasional berada di angka 47,5 persen.

Dampak Gula Berlebih pada Ginjal

Dr. Nadia menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko gangguan ginjal. Selain itu, gula tinggi juga menaikkan kadar gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu obesitas, resistensi insulin, diabetes, dan hipertensi.

Baca Juga :  Nyeri Leher Belakang Belum Tentu Tanda Kolesterol Tinggi

Dengan demikian, faktor-faktor tersebut mempercepat kerusakan ginjal kronis.

Beban Kerja Ginjal Meningkat

Pada dasarnya, ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa. Namun, saat tubuh terus menerima gula berlebih, ginjal bekerja lebih keras.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu membatasi konsumsi gula. WHO merekomendasikan maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari.

Pasien Semakin Muda

Di sisi lain, dr. Nadia melihat tren pasien ginjal bergeser ke usia lebih muda. Kini, banyak pasien berusia sekitar 30 tahun sudah mengalami gagal ginjal.

Jika dibandingkan, kondisi ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Saat itu, penyakit ini lebih sering menyerang usia di atas 50 tahun.

Baca Juga :  Ahli Diet Coba Sarapan Putih Telur Dua Minggu

Pentingnya Deteksi Dini

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat menjalani cek kesehatan gratis (CKG) setiap tahun. Langkah ini membantu mendeteksi penyakit lebih awal.

Pasalnya, hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol sering memicu gagal ginjal. Namun, banyak pasien tidak menyadari kondisi tersebut hingga akhirnya membutuhkan cuci darah.

Dampak pada Pembiayaan Kesehatan

Selain berdampak pada kesehatan, peningkatan kasus juga membebani pembiayaan. Data BPJS Kesehatan periode 2019–2025 menunjukkan biaya penyakit ginjal naik lebih dari 400 persen.

Sebagai perbandingan, stroke dan penyakit jantung hanya meningkat sekitar 38–40 persen. Oleh karena itu, beban biaya penyakit ginjal jauh lebih besar.

Pada akhirnya, pada 2025 BPJS Kesehatan mengeluarkan sekitar Rp13 triliun untuk menangani gagal ginjal. (Ven*)

Berita Terkait

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat
Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah
Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran
Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif
Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan
Telur Bikin Bisul? Ini Fakta Menurut Ahli
Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali
Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:00 WIB

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah

Rabu, 30 September 2026 - 03:00 WIB

Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran

Senin, 28 September 2026 - 01:00 WIB

Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif

Jumat, 25 September 2026 - 02:00 WIB

Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

Harga BYD Racco di Sri Lanka Capai Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 15:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB