Perluasan Kendali Iran
Jakarta, Britakini.com — Badan pengawas baru Iran memperluas kendali Selat Hormuz hingga perairan selatan Fujairah, UEA—lokasi penting infrastruktur minyak. Sejak perang dengan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari, Iran menguasai lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut.
Pengetatan Akses Kapal
Iran menutup Selat Hormuz secara efektif dan mulai memungut tarif. Mereka mewajibkan setiap kapal mengantongi izin dari militer Iran sebelum melintas.
Penetapan Wilayah Yurisdiksi
Menurut AFP (21/5/2026), Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menetapkan wilayah pengelolaan baru. Area ini membentang dari Kuh-e Mubarak (Iran) ke selatan Fujairah (UEA), serta dari Pulau Qeshm (Iran) ke Umm Al-Quwain (UEA).
PGSA menegaskan semua kapal wajib berkoordinasi dan meminta izin sebelum melintas.
Pembentukan dan Ancaman PGSA
Teheran membentuk PGSA untuk mengatur pelayaran dan memungut biaya transit. Iran juga mengancam akan menyerang kapal yang melintas tanpa izin. PGSA menyebut dirinya sebagai otoritas resmi pengelola Selat Hormuz.
Ketegangan Iran–UEA
Hubungan Iran dan UEA memanas sejak konflik Iran melawan AS-Israel. Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang negara-negara Teluk sebagai balasan.
Saling Tuduh dan Respons
Iran menuduh UEA terlibat dalam perang, tetapi UEA membantah. UEA menolak kendali Iran atas Selat Hormuz dan menyerukan kerja sama internasional untuk menjaga kebebasan navigasi. (V









