Teheran, Britakini.com — Otoritas Iran mengklaim 52 kapal mereka menembus blokade laut Amerika Serikat (AS) dalam 72 jam terakhir. AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan April untuk menekan Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Fars News Agency melaporkan pada Kamis (30/4/2026) bahwa Iran mendasarkan klaim tersebut pada data pelacakan satelit selama tiga hari hingga Senin (27/4) pukul 22.00 waktu setempat.
Fars News Agency menyebut Iran mengerahkan 31 kapal tanker minyak dan 21 kapal kargo dalam operasi tersebut.
Perang antara Iran melawan AS dan Israel sejak 28 Februari mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
Pada 2 Maret, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim. Langkah ini membatasi pergerakan di jalur perairan vital, mengguncang pasar energi global, dan memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi jangka panjang.
Selat Hormuz biasanya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan kini menjadi pusat ketegangan antara Iran dan AS.
Sebagai respons, AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Iran kemudian mengajukan proposal kepada AS melalui Pakistan sebagai mediator. Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat AS mencabut blokade laut.
Juga mengusulkan penundaan perundingan nuklir ke tahap berikutnya setelah pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade.
Namun, Presiden AS Donald Trump menolak proposal tersebut dan menegaskan bahwa AS akan mempertahankan blokade laut hingga kedua negara mencapai kesepakatan nuklir.
Hingga kini, AS belum memberikan tanggapan atas klaim Iran terkait keberhasilan kapal-kapalnya menembus blokade laut. (Ven*)









