Jakarta, Britakini.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menembaki para demonstran di tengah gelombang aksi protes besar anti-pemerintah. Ia menegaskan siap mengambil tindakan jika aparat Iran melakukan kekerasan terhadap massa.
Menanggapi pernyataan tersebut, Parlemen Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi “sasaran yang sah” jika Washington lebih dulu menyerang Republik Islam.
“Matilah Amerika!” seru Ghalibaf di hadapan anggota parlemen Iran, seperti dikutip dari AP News, Minggu (11/1/2026).
Di sisi lain, warga Iran di luar negeri menyatakan kekhawatiran atas pemadaman informasi yang terjadi di dalam negeri. Mereka menilai kondisi itu dapat mendorong kelompok garis keras di lembaga keamanan Iran melakukan penindakan berdarah terhadap para demonstran. Kekhawatiran itu muncul meski Trump telah memberi peringatan bahwa Amerika siap menyerang Iran demi melindungi demonstran damai.
Trump sebelumnya secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada para pengunjuk rasa.
“Iran sedang memperjuangkan kebebasan, mungkin seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!!!” ujar Trump, seperti dikutip The New York Times dan Wall Street Journal.
Seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengungkapkan bahwa Trump telah menerima sejumlah opsi militer untuk menyerang Iran. Namun, hingga kini, ia belum mengambil keputusan akhir.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menegaskan sikap keras Washington terhadap Teheran.
“Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Jika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia sungguh-sungguh,” kata pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.
(VVR*)









