AS Butuh Enam Bulan Bersihkan Ranjau Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat militer di tengah konflik dan ancaman ranjau laut.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat militer di tengah konflik dan ancaman ranjau laut.

Jakarta,Britakini.com — Departemen Pertahanan Amerika Serikat memperkirakan proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz akan memakan waktu hingga enam bulan. Perkiraan ini berpotensi menahan harga minyak tetap tinggi.

Iran Blokir Jalur Vital Dunia

Iran memblokir hampir seluruh jalur air vital tersebut sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah. Penutupan ini mendorong kenaikan harga minyak dan gas serta menekan perekonomian global.

Mengutip laporan Al Arabiya English pada Kamis (23/4/2026), sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melintasi selat ini. Namun, jalur tersebut kini masih sebagian besar tertutup meski gencatan senjata berlangsung rapuh. Pada saat yang sama, Amerika Serikat tetap menjalankan blokade.

Pentagon Ungkap Tantangan Pembersihan

The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon telah menyampaikan penilaian tersebut kepada pejabat terkait. Pentagon menegaskan bahwa mereka akan memulai operasi pembersihan ranjau setelah perang benar-benar berakhir.

Baca Juga :  Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia

Dalam briefing tertutup kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, pejabat Pentagon menjelaskan bahwa Iran kemungkinan telah menempatkan sedikitnya 20 ranjau di Selat Hormuz dan sekitarnya. Mereka juga menyebut sebagian ranjau itu dapat bergerak menggunakan teknologi GPS sehingga menyulitkan tim dalam mendeteksinya.

Iran Tetapkan Zona Bahaya

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menetapkan zona bahaya seluas sekitar 1.400 kilometer persegi—sekitar 14 kali luas Paris—yang diduga mengandung ranjau.

Ketua parlemen Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memberlakukan blokade angkatan laut.

Baca Juga :  Kapan Wajib Zakat Emas dan Cara Hitungnya Lengkap

Dampak ke Ekonomi dan Energi Global

Situasi ini membuat pelaku pasar energi tetap waspada. Sejumlah analis menilai ketidakpastian di kawasan Teluk memicu fluktuasi harga yang tajam dalam waktu dekat. Negara-negara importir energi mulai menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas pasokan.

Perusahaan pelayaran global juga meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan rute distribusi agar terhindar dari wilayah berisiko. Langkah ini berpotensi menambah biaya logistik sekaligus memperlambat pengiriman energi ke berbagai negara.

Jika konflik berlangsung lebih lama, tekanan terhadap ekonomi global akan semakin besar. Pemerintah di berbagai negara kini memperkuat cadangan energi dan mencari sumber alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada jalur strategis tersebut.   (Ven*)

Berita Terkait

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka
Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Jumat, 25 September 2026 - 00:00 WIB

Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB