Jakarta, Britakini.com – Banyak orang sering mengabaikan warna urine. Padahal, perubahan warna urine dapat memberi petunjuk penting tentang kondisi tubuh. Kadar protein, gula, dan sel darah yang meningkat dapat mengubah warna urine atau membuatnya tampak lebih gelap.
Dalam beberapa kasus, perubahan warna urine menandakan ginjal tidak bekerja dengan baik. Karena itu, penting untuk mengetahui warna urine yang dapat muncul pada penderita gagal ginjal.
Warna Urine saat Ginjal Mengalami Gagal Fungsi
Mengutip laman Healthline, urine berwarna merah atau cokelat sering menandakan gangguan fungsi ginjal. Selain itu, urine juga bisa tampak sangat kuning, atau menyerupai warna cola dan teh.
Namun, urine berwarna gelap tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Oleh sebab itu, seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat jika terjadi perubahan warna urine.
Penyebab Perubahan Warna Urine pada Gagal Ginjal
Ginjal berfungsi membuang limbah cair dan menjaga keseimbangan mineral, garam, serta air dalam tubuh. Saat ginjal mengalami kegagalan fungsi, organ ini tidak mampu membuang cairan dan limbah dengan baik. Akibatnya, zat berbahaya menumpuk di dalam tubuh.
Dalam kondisi tersebut, urine dapat mengandung protein dan darah dalam jumlah berlebih. Hal ini membuat warna urine berubah menjadi lebih gelap, cokelat muda, cokelat pekat, atau kemerahan.
Gejala Lain Gagal Ginjal
Gagal ginjal biasanya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun.
Seiring penyakit memburuk, penderita dapat mengalami beberapa gejala berikut:
-
Penumpukan cairan yang menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki
-
Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil semakin sedikit
-
Gangguan tidur
-
Kram otot, terutama pada malam hari
-
Rasa lelah dan kantuk yang parah
-
Mual yang sering muncul
-
Sesak napas
-
Nyeri atau rasa tertekan di dada
-
Kebingungan atau sulit berkonsentrasi
- (VVR*)









