Pola Hidup Tidak Sehat Picu Obesitas di Vietnam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Getty Images/vdvornyk)

Foto: (Getty Images/vdvornyk)

Kesenjangan Pengetahuan dan Gaya Hidup Picu Obesitas Vietnam

Jakarta, Britakini.com  — Lonjakan kasus obesitas di Vietnam menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Di satu sisi, masyarakat memahami dampak buruk obesitas terhadap kesehatan. Namun di sisi lain, mereka tetap mempertahankan pola hidup yang justru memperbesar risikonya.

Survei tahun 2025 yang digelar Novo Nordisk bersama Decision Lab terhadap 1.000 orang dewasa di kota-kota besar mengungkap kontras tersebut. Peneliti menemukan bahwa tingkat kesadaran tinggi tidak otomatis mendorong perubahan perilaku.

Sebagian besar responden, yakni 83 persen, mengakui obesitas dapat memicu penyakit serius seperti gangguan lipid, penyakit jantung, dan diabetes. Sementara itu, 72 persen lainnya juga memahami kaitannya dengan kanker dan infertilitas. Meski begitu, kebiasaan sehari-hari mereka belum mencerminkan pemahaman tersebut.

Mayoritas responden masih menjalani gaya hidup sedentari. Hampir dua pertiga menghabiskan waktu duduk lebih dari enam jam per hari. Selain itu, konsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh tetap tinggi di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Membangkitkan Tradisi Lama Dengan Kenduri Sko 2026

Rata-rata asupan harian bahkan mencapai 8,1 gram garam dan 46,5 gram gula bebas. Angka ini jauh melampaui rekomendasi World Health Organization. Pola konsumsi tersebut mendorong meningkatnya gangguan metabolik serta penyakit tidak menular.

Persepsi Keliru Sejak Usia Dini

Masalah obesitas di Vietnam juga dipengaruhi pola pikir orang tua. Banyak keluarga masih mengaitkan tubuh gemuk dengan kondisi sehat.

Sekitar 55 persen responden lebih khawatir anak kekurangan makan dibanding kelebihan. Bahkan, 42 persen menilai anak gemuk sebagai tanda kesehatan, sementara 37 persen percaya makan lebih banyak akan mempercepat pertumbuhan.

Pandangan ini memperbesar risiko obesitas sejak usia dini, terutama di tengah perubahan pola makan modern.

Kurangnya Aktivitas Fisik

Selain faktor konsumsi, rendahnya aktivitas fisik turut memperburuk situasi. Data dari United Nations Population Fund menempatkan Vietnam sebagai salah satu dari 10 negara dengan tingkat aktivitas fisik terendah di dunia.

Baca Juga :  100 Bus Mudik Pulang Basamo Dilepas Andre Rosiade

Sekitar 30 persen orang dewasa tidak memenuhi kebutuhan olahraga minimum. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya kebugaran, termasuk di kalangan generasi muda.

Pertumbuhan Tercepat di Kawasan

 Laporan Atlas Obesitas Dunia 2025 mencatat peningkatan mencapai 38 persen. Negara ini juga berada di peringkat ke-108 dari 183 negara dalam kesiapan penanganan obesitas, yang menunjukkan adanya celah dalam sistem layanan kesehatan dan kebijakan.

Tren serupa terlihat pada kelompok usia muda. Dalam satu dekade terakhir, prevalensi kelebihan berat badan pada siswa melonjak dua kali lipat, dari 8,5 persen menjadi 19 persen, bahkan menyentuh 26 persen di wilayah perkotaan.Direktur Institut Gizi Nasional, Tran Thanh Duong, mengingatkan bahwa kondisi ini ibarat “bom waktu”.

(vvr)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: iNBrita.com

Berita Terkait

InJourney Airports Hadirkan Keseruan Liburan Untuk Keluarga
BGN Efisiensi Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka Kemensos
Komisaris Pertamina Pastikan Layanan Prima SPBU di Denpasar
Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Mudah Cepat
PPPK Dapat Akses KPR Perumahan ASN 30 Tahun
SAPA UMKM: Fitur, Cara Daftar, dan Peluang Usaha
Pertamina Dorong Energi Bersih Indonesia Berkelanjutan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

InJourney Airports Hadirkan Keseruan Liburan Untuk Keluarga

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:00 WIB

BGN Efisiensi Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:00 WIB

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka Kemensos

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:00 WIB

Komisaris Pertamina Pastikan Layanan Prima SPBU di Denpasar

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Mudah Cepat

Berita Terbaru

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Terbaru Hari Ini, Antam UBS Stabil

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami

Kamis, 16 Jul 2026 - 03:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Manfaat JKK TASPEN Rp832 Juta Meski Kepesertaan Singkat

Kamis, 16 Jul 2026 - 01:00 WIB

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama jajaran saat konferensi pers memaparkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta, 2026.(Foto : Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Wisata

Kunjungan Wisman Meningkat, Pariwisata Indonesia Stabil

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Nissan Tekton tampil dengan desain SUV tangguh dan modern, resmi meluncur di India dengan harga mulai Rp 199 jutaan.(Foto: Dok. Nissan)

Teknologi

Harga Nissan Tekton SUV Baru Irit Fitur Lengkap

Rabu, 15 Jul 2026 - 21:00 WIB