SAPA UMKM Diluncurkan, Integrasi Data dan Pembiayaan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat soft launching SAPA UMKM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat soft launching SAPA UMKM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Jakarta, Britakini.comMenteri UMKM Maman Abdurrahman resmi meluncurkan secara soft launching SAPA UMKM, sebuah platform terpadu yang pemerintah siapkan untuk mengintegrasikan data sekaligus layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tantangan Besar UMKM Nasional

Pemerintah menghadirkan program ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra). Maman menegaskan bahwa pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola sekitar 56 juta pelaku UMKM di Indonesia. Dari jumlah tersebut, usaha mikro mendominasi dengan sekitar 54 juta unit.

“Kurang lebih tantangan kita ada 56 juta pelaku usaha. Pengusaha mikro mencapai 97 persen, usaha kecil hanya 1,7 persen, dan usaha besar 1,36 persen. Disparitasnya sangat tinggi,” ujar Maman saat acara soft launching SAPA UMKM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Ubah Sistem Data Jadi Real Time

Maman menjelaskan bahwa selama ini pemerintah hanya mengandalkan data UMKM yang bersifat statis dan tidak diperbarui secara real time. Karena itu, pemerintah menghadirkan SAPA UMKM untuk mengubah sistem pendataan agar dapat memantau perkembangan usaha secara langsung.

Baca Juga :  Antam Pertahankan Harga Emas di Level Rp2,79 Juta

Ia menegaskan bahwa SAPA UMKM tidak hanya berfungsi sebagai sistem satu data, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu bagi pelaku usaha.

Fokus Akses Pembiayaan Aman

Pemerintah memprioritaskan akses pembiayaan agar pelaku UMKM tidak terjebak pinjaman online ilegal atau berbunga tinggi.

“Banyak pelaku usaha mikro, termasuk dari Papua, kebingungan mencari modal. Mereka tidak tahu harus ke mana. Melalui SAPA UMKM, mereka bisa langsung mengakses solusi pembiayaan,” jelasnya.

Pemerintah juga mengintegrasikan fitur pembiayaan dalam SAPA UMKM dengan berbagai lembaga, mulai dari bank penyalur, perusahaan fintech, hingga lembaga pembiayaan formal dan nonformal.

Menurut Maman, sistem ini akan membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih aman, terarah, dan terpercaya. Dengan begitu, mereka tidak lagi bergantung pada pinjaman online berbunga tinggi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Permainan KIM Hari Bhayangkara

“Kalau SAPA UMKM berjalan maksimal, pelaku usaha tidak akan lagi terjebak pinjol ilegal yang merugikan. Kami hadirkan akses pembiayaan yang sehat, baik formal maupun nonformal,” tegasnya.

Integrasi Legalitas Usaha

Selain pembiayaan, pemerintah juga mengintegrasikan layanan legalitas usaha dalam platform ini. Pelaku UMKM nantinya dapat mengurus izin seperti BPOM, sertifikasi halal, hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dalam satu sistem.

Menuju Marketplace Dalam Negeri

Pemerintah juga menghubungkan SAPA UMKM dengan PaDi UMKM dan menyiapkannya sebagai cikal bakal marketplace dalam negeri.

Melalui sistem ini, pelaku usaha mikro dapat mengurangi ketergantungan pada platform e-commerce berbiaya tinggi sekaligus memperluas pasar antarwilayah.

“Melalui SAPA UMKM dan PaDi UMKM, kami membangun fondasi marketplace dalam negeri. Pelaku usaha kecil tidak perlu lagi terbebani biaya tinggi dari e-commerce. Kami siapkan akses yang lebih terbuka dan terjangkau,” tutup Maman. (Ven*)

Berita Terkait

SAR Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru
Kabar Baik Guru PPPK, Status Penuh Tahun 2027
AMP Bawa Aspirasi PPPK Paruh Waktu ke BKN
Guru PPPK Jadi PNS, Simak Aturan Terbarunya
Mendagri Minta Pemda Perkuat Empat Komponen Ekonomi
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Hari Ini
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Capai 15 Kilometer
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 23:00 WIB

SAR Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda

Senin, 14 September 2026 - 19:00 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

Sabtu, 12 September 2026 - 19:00 WIB

Kabar Baik Guru PPPK, Status Penuh Tahun 2027

Jumat, 11 September 2026 - 17:00 WIB

AMP Bawa Aspirasi PPPK Paruh Waktu ke BKN

Jumat, 11 September 2026 - 13:00 WIB

Guru PPPK Jadi PNS, Simak Aturan Terbarunya

Berita Terbaru

Harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis (17/9/2026), untuk Galeri 24, Antam, dan UBS.(Foto : Dok.Pengadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:33 WIB

Daftar drama Korea terbaru 2026 menghadirkan beragam genre, mulai dari romantis hingga thriller.(Foto : Dok. IMDB)

Entertainment

Rekomendasi Drama Korea Terbaru 2026 Wajib Ditonton

Kamis, 17 Sep 2026 - 07:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid EV menjalani Journalist Test Drive dengan rute Yogyakarta-Solo dan sekitarnya.(foto : Dok. TAM/kompas.com)

Teknologi

Toyota Veloz Hybrid EV Raih Efisiensi 31,1 Km

Kamis, 17 Sep 2026 - 01:00 WIB

Tati Purwanti mengembangkan usaha Bubur Cirebon di Taiwan setelah sebelumnya bekerja sebagai PMI.(Foto: dok Istimewa/cnbcindonesia)

Ekonomi

Mantan PMI Indonesia Raup Omzet Jutaan dari Bubur Cirebon

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:00 WIB

Harga emas Antam menguat Rp1.000 menjadi Rp2.593.000 per gram pada Rabu, 16 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat, Cek Rinciannya

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:00 WIB