Jakarta, Britakini.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memimpin konsolidasi internal setelah pergantian pimpinan tertinggi di lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengarahkan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan menjaga efektivitas pelaksanaan program.
Nanik menyampaikan bahwa BGN menyiapkan rencana kerja yang berfokus pada efisiensi anggaran. BGN memangkas anggaran dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Meski melakukan pemangkasan, BGN tetap mempertahankan jumlah penerima manfaat MBG. Ia menegaskan bahwa timnya menyusun langkah efisiensi secara terukur agar kualitas layanan tetap optimal.
Untuk meningkatkan efisiensi, BGN menerapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, BGN memprioritaskan penerima manfaat yang paling membutuhkan. Kedua, BGN menghentikan sementara penambahan titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia. Ketiga, BGN meningkatkan kualitas dapur operasional agar memenuhi standar makanan bergizi. Tim juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan rutin dan evaluasi berkala.
Nanik menegaskan bahwa BGN akan menutup sementara dapur yang tidak memenuhi standar. Ia memastikan setiap dapur memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan sebelum menyalurkan makanan kepada masyarakat.
Selanjutnya, BGN memperluas pelaksanaan program MBG ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui berbagai skema alternatif. BGN merancang skema tersebut agar program tetap berjalan tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, BGN menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperluas jangkauan layanan.
Melalui konsolidasi ini, BGN menegaskan komitmen pada efisiensi anggaran sekaligus menjaga manfaat program bagi masyarakat. Nanik mendorong seluruh jajaran untuk bekerja lebih efektif, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara merata.









