Jakarta, Britakini.com — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Ia datang bersama sejumlah pejabat tinggi negara.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut mendampingi Prabowo dalam acara tersebut.
Massa Buruh Sambut Meriah
Massa buruh menyambut kedatangan Prabowo dengan antusias. Grup musik Tipe-X memeriahkan suasana lewat penampilan mereka.
Panitia membuka acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, para pimpinan serikat buruh menyampaikan aspirasi mereka secara bergantian.
Sejumlah pimpinan buruh yang hadir meliputi Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Ilhamsyah, Presiden KSPI Said Iqbal, serta Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.
Buruh Sampaikan 11 Tuntutan
Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa buruh membawa 11 tuntutan utama dalam peringatan May Day tahun ini. Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut mereka tujukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Buruh mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru. Mereka juga menuntut pemerintah menghapus sistem outsourcing dan menghentikan praktik upah murah.
Selain itu, buruh meminta pemerintah mengantisipasi dampak konflik global yang berpotensi memicu PHK massal. Mereka juga mendorong pemerintah mereformasi sistem pajak, termasuk menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak menjadi Rp7,5 juta serta menghapus pajak atas THR, jaminan hari tua, pesangon, dan jaminan pensiun.
Sorotan Industri dan Kesejahteraan Pekerja
Buruh juga mendesak pemerintah mengesahkan RUU perampasan aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi. Mereka meminta pemerintah menyelamatkan industri tekstil dan produk turunannya (TPT) serta industri nikel dari ancaman PHK.
Selain itu, buruh mendorong pemerintah memberlakukan moratorium industri semen karena kelebihan pasokan. Mereka juga meminta pemerintah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 untuk menghapus kekerasan di tempat kerja, khususnya bagi pekerja perempuan.
Tuntutan untuk Ojol dan ASN
Buruh menuntut pemerintah menurunkan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen. Mereka juga mendesak pemerintah merevisi UU Nomor 2 Tahun 2004 agar penyelesaian perselisihan hubungan industrial menjadi lebih adil.
Di sisi lain, buruh meminta pemerintah mengangkat guru dan tenaga honorer, termasuk PPPK paruh waktu, menjadi ASN penuh waktu. (Ven*)









