Jakarta, Britakini.com – Sebanyak 18 karyawan PT Freeport Indonesia berhasil selamat setelah TNI mengevakuasi mereka dari Pos Tower 270 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Selama tiga hari, para karyawan terjebak di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau dan menghadapi ancaman kelompok bersenjata Operasi Papua Merdeka (OPM).
Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menyatakan bahwa TNI melaksanakan operasi evakuasi secara terencana, terukur, dan profesional. Ia memastikan seluruh proses berjalan aman tanpa menimbulkan korban jiwa, baik dari pihak pekerja maupun personel TNI.
Agung menjelaskan bahwa pasukan TNI menjalankan misi penyelamatan di tengah medan ekstrem dengan kontur terjal, cuaca tidak menentu, serta tingkat ancaman keamanan yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan fisik, mental, dan koordinasi yang solid dari seluruh personel. Meski menghadapi keterbatasan waktu dan risiko tinggi, TNI tetap memprioritaskan keselamatan para pekerja.
Dalam pelaksanaan operasi, pasukan bergerak secara senyap untuk menghindari kontak langsung dengan kelompok bersenjata. Mereka menyusuri jalur pegunungan pada ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut guna mencapai lokasi para karyawan. Taktik ini memungkinkan pasukan mendekati sasaran secara aman dan efektif.
Untuk menjaga kondisi para pekerja selama proses evakuasi, Satgas TNI mengerahkan dukungan udara. Pasukan menyalurkan obat-obatan dan logistik penting menggunakan drone kargo agar kebutuhan dasar para karyawan tetap terpenuhi hingga evakuasi selesai.
Setelah dua hari operasi intensif, Satgas TNI berhasil menguasai kembali Pos Tower 270 yang termasuk Objek Vital Nasional. TNI kemudian mengevakuasi seluruh karyawan PT Freeport Indonesia ke lokasi yang lebih aman secara tertib dan terkendali. Agung menegaskan bahwa TNI berkomitmen menjaga keamanan objek vital nasional serta melindungi masyarakat dan pekerja di wilayah yang rawan gangguan keamanan.
(VVR*)









