Jakarta, Britakini.com — Ratusan ternak dari Australia tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur. Pengiriman ini mencakup 23 sapi perah, 35 unta, dan 145 domba. Domba tersebut terdiri dari jenis Texel, Suffolk, dan Dorper.
Dorong Produksi Susu Nasional
Deputi Bidang Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia, Sriyanto, mengatakan impor ini bertujuan meningkatkan produksi susu nasional. Pemerintah ingin memperkuat ketahanan pangan melalui pasokan protein hewani.
Ia juga menilai susu dan daging penting untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini membutuhkan bahan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Pengawasan Ketat Sejak Kedatangan
Petugas langsung membawa seluruh ternak ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Tandes, Surabaya. Tim karantina memeriksa kondisi hewan secara menyeluruh selama masa karantina.
Mereka menguji kesehatan ternak untuk memastikan bebas dari penyakit berbahaya. Penyakit tersebut meliputi brucellosis, paratuberculosis, enzootic bovine leucosis (EBL), bovine viral diarrhea (BVD), dan lumpy skin disease (LSD).
Sriyanto menegaskan bahwa setiap ternak harus lolos pemeriksaan fisik dan laboratorium sebelum dilepas.
Tingkatkan Kualitas Genetik Ternak
Pemerintah juga mendatangkan domba Texel, Suffolk, dan Dorper untuk memperkaya genetik ternak lokal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan di Indonesia.
Impor Jadi Solusi Jangka Pendek
Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, menyebut kebutuhan sapi perah di dalam negeri masih tinggi. Karena itu, impor menjadi solusi sementara untuk menjaga pasokan.
Data tahun 2025 menunjukkan 2.863 sapi perah dan 265 domba impor masuk ke Jawa Timur. Domba tersebut terdiri dari 230 Dorper dan 35 Suffolk.
Jaga Keamanan Hayati Nasional
Pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas ternak impor. Langkah ini bertujuan mencegah masuknya penyakit dari luar negeri.
Melalui prosedur yang ketat, pemerintah berharap dapat mendukung pengembangan peternakan nasional secara berkelanjutan.
(vvr)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: detik.com









