Jakarta, Britakini.com — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah saat pembukaan perdagangan hari ini di Jakarta. Sejak pagi, pelaku pasar langsung mendorong mata uang AS ke kisaran Rp17.900-an. Pergerakan ini mencerminkan penguatan tipis, namun tetap memberi sinyal penting terhadap kondisi pasar keuangan domestik.
Dolar AS Sentuh Level Rp17.966
Data Bloomberg pada Senin (27/7/2026) pukul 09.30 WIB menunjukkan dolar AS berada di level Rp17.966. Nilai tersebut naik 3 poin atau sekitar 0,02% dibandingkan posisi sebelumnya. Pelaku pasar merespons cepat kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Informasi tersebut memicu kekhawatiran sekaligus spekulasi terkait arah kebijakan moneter ke depan.
Respons Pasar Domestik Meningkat
Pasar keuangan domestik langsung bereaksi terhadap dinamika tersebut. Investor mencermati stabilitas kebijakan BI dan menilai potensi perubahan strategi dalam menjaga nilai tukar rupiah. Kondisi ini membuat dolar AS memperoleh dorongan penguatan di dalam negeri, meskipun tekanan global justru bergerak sebaliknya.
Dolar AS Melemah di Pasar Global
Di pasar internasional, dolar AS mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama. Mata uang ini turun 0,34% terhadap dolar Australia dan melemah 0,38% terhadap euro. Penurunan tersebut menunjukkan adanya tekanan eksternal yang memengaruhi posisi dolar di pasar global.
Pergerakan Mata Uang Asia
Selain itu, dolar AS juga melemah terhadap mata uang Asia. Dolar AS turun 0,13% terhadap dolar Singapura dan melemah 0,07% terhadap yuan China. Terhadap yen Jepang, dolar AS terkoreksi sebesar 0,13%. Bahkan, terhadap baht Thailand, dolar AS mencatat penurunan lebih dalam hingga 0,45%. Sementara itu, terhadap ringgit Malaysia, dolar AS melemah sekitar 0,22%.
Pengunduran Diri Gubernur BI
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan secara resmi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Prasetyo menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa pemerintah menerima surat itu sehari sebelumnya dan langsung memproses langkah selanjutnya.
Kepemimpinan Sementara di BI
Sebagai tindak lanjut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, segera mengambil alih peran sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Ia memimpin BI hingga pemerintah menetapkan gubernur definitif. Situasi ini membuat pelaku pasar semakin waspada dan terus memantau arah kebijakan yang akan diambil. Perubahan kepemimpinan di bank sentral menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan nilai tukar dan stabilitas ekonomi nasional dalam jangka pendek. (Ven*)









