Rupiah Hari Ini Menguat, Investor Pantau Harga Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Rupiah Menguat Tipis, Harga Minyak Tekan Dolar AS

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (24/8/2026). Penurunan harga minyak global dan penguatan mayoritas mata uang Asia ikut menopang pergerakan rupiah.

Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.690 per dolar AS. Posisi tersebut naik 4 poin atau 0,02% dari penutupan sebelumnya di level Rp17.694 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Rully melihat penurunan harga minyak global dan penguatan mata uang regional sebagai dua faktor utama yang mendukung rupiah. Sentimen tersebut memberi ruang bagi rupiah untuk menguat di tengah tekanan pasar global.

Harga Minyak Brent Anjlok

Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 13% hingga berada di bawah US$90 per barel. Rully menilai perlambatan ekonomi global menjadi salah satu penyebab penurunan tersebut.

Sejumlah bank sentral dunia masih menjalankan kebijakan moneter ketat. Kebijakan tersebut dapat menekan aktivitas ekonomi dan mengurangi permintaan energi global.

Pasar kemudian merespons kondisi tersebut dengan menurunkan harga minyak. Pergerakan harga energi juga menjadi perhatian bagi pasar keuangan Indonesia.

Penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan biaya impor energi. Kondisi ini berpotensi membantu menjaga stabilitas eksternal Indonesia dan mendukung pergerakan rupiah.

Defisit Neraca Berjalan Menyempit

Pelaku pasar juga memantau kondisi ekonomi Indonesia, terutama kinerja neraca berjalan.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp 17.700, Rupiah Tertekan

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit US$0,9 miliar pada kuartal II 2026. Angka tersebut turun tajam dari defisit US$9,1 miliar pada kuartal I 2026.

Meski defisit menyempit, Rully tetap meminta pasar mencermati sumber aliran dana yang masuk ke Indonesia.

Pasar keuangan Indonesia masih menerima aliran modal jangka pendek atau hot money. Investor biasanya memindahkan dana tersebut dengan cepat untuk mencari imbal hasil yang lebih menarik.

Rully mengatakan kenaikan yield obligasi pemerintah AS, terutama surat utang jangka panjang, ikut memengaruhi arus modal.

Hot money sangat deras masuk ke pasar keuangan Indonesia,” ujar Rully, dikutip dari Antara.

Kenaikan yield Treasury dapat membuat investor mengalihkan dana ke aset AS. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menguat pada Jumat

Rupiah juga menguat pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026). Rupiah naik 54 poin atau 0,30% ke level Rp17.694 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.748 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan penguatan rupiah.

BI mencatat JISDOR pada Jumat berada di level Rp17.705 per dolar AS. Angka tersebut menguat dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.779 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai keputusan BI mempertahankan suku bunga ikut menopang rupiah.

Baca Juga :  Lowongan Kerja BRI 2026 BBAP untuk D3 dan S1

BI mempertahankan BI-Rate pada level 5,75%. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Amru, dikutip dari Antara.

Menurut Amru, keputusan BI memberikan sentimen positif bagi rupiah. Kebijakan tersebut juga membantu pasar menghadapi berbagai tekanan dari pasar global.

Dolar AS Masih Jadi Perhatian

Investor masih memantau pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury.

Dolar AS sempat melemah setelah Pemerintah AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Namun, pelemahan tersebut tidak berlangsung lama.

Imbal hasil Treasury kemudian kembali naik. Kondisi itu memberikan dukungan terhadap dolar AS dan memengaruhi pergerakan mata uang negara lain.

Investor juga mencermati risiko inflasi dan kondisi fiskal Amerika Serikat. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan moneter AS.

Karena itu, pasar terus menunggu sinyal dari The Federal Reserve. Perubahan kebijakan suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal dan pergerakan rupiah.

Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku bunga.

Amru mengatakan perbedaan pandangan tersebut membuat investor terus mencermati prospek kebijakan moneter AS. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat menggerakkan dolar AS, arus modal global, dan nilai tukar rupiah.

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini
Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu
Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual
Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta
Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631
Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus
Rupiah Anjlok, Ini Kurs Dolar Empat Bank Besar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 13:00 WIB

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Sabtu, 5 September 2026 - 05:00 WIB

Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Motorola Edge 70 Plus: Kamera 200 MP, Harga Fantastis

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

BYD Produksi Lokal, Ini Fakta Harga Mobil Terbaru

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Wisata

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:00 WIB