Harga Perak Antam Turun, Ini Harga Terbarunya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga perak Antam hari ini turun Rp2.340 menjadi Rp41.860.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI/liputan6.com)

Harga perak Antam hari ini turun Rp2.340 menjadi Rp41.860.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI/liputan6.com)

Jakarta, Britakini.comHarga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Pelemahan harga perak Antam hari ini mengikuti penurunan harga emas Antam dan perak dunia.

Mengutip laman Logam Mulia, Antam menurunkan harga perak Rp2.340. Harga perak kini mencapai Rp41.860. Pada perdagangan sebelumnya, Antam menjual perak seharga Rp44.200.

Antam menyediakan perak batangan dalam ukuran 250 gram dan 500 gram. Selain itu, Antam menawarkan perak butiran dengan tingkat kemurnian 99,95 persen.

Antam menetapkan harga perak batangan 250 gram sebesar Rp10.990.000. Sementara itu, harga perak batangan 500 gram mencapai Rp21.055.000.

Harga Perak Dunia

Lantas, bagaimana pergerakan harga perak dunia?

Mengutip Trading Economics, harga perak dunia turun 0,43 persen menjadi US$63,27 per ons.

Harga perak sempat bertahan di sekitar US$63,50 per ons pada Jumat. Namun, harga tersebut masih berada di bawah level perdagangan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, harga perak bahkan anjlok lebih dari 5 persen.

Investor kini menunggu data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS). Data tersebut dapat memengaruhi keputusan investor sekaligus ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Pasar juga mencermati data harga produsen AS. Data yang terbit pada Kamis menunjukkan kenaikan harga produsen pada Agustus.

Konflik Iran ikut meningkatkan biaya energi grosir. Kondisi tersebut kemudian menambah tekanan terhadap inflasi AS.

Situasi ini membuat pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pekan depan. Pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan tersebut mencapai sekitar 71 persen.

Sebelum data harga produsen AS keluar, pasar hanya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 61 persen.

Baca Juga :  Dolar AS Menguat Tipis Rupiah Masih Tertekan Hari Ini

Kenaikan harga minyak turut menekan harga perak. Eskalasi konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury memberikan tekanan tambahan. Departemen Keuangan AS mencatatkan volume pembelian kembali obligasi yang lebih rendah dari perkiraan dalam operasi perluasan buyback perdananya.

Investor biasanya mengurangi minat terhadap aset yang tidak memberikan bunga ketika yield obligasi meningkat. Kondisi tersebut ikut menekan harga perak.

Harga perak berpotensi turun sekitar 4 persen sepanjang pekan ini. Jika penurunan berlanjut, perak akan mencatatkan pelemahan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.

Emas Dunia

Harga emas dunia juga mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Harga emas turun lebih dari 1 persen setelah data inflasi AS memperkuat kekhawatiran pasar.

Kenaikan harga minyak juga meningkatkan spekulasi mengenai kebijakan suku bunga The Fed pada pekan depan.

Mengutip CNBC, Jumat (11/9/2026), harga emas spot turun 0,9 persen menjadi US$4.359,19 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 1,3 persen menjadi US$4.402,50 per ons.

Analis Keuangan Senior Capital.com Klye Rodda mengatakan data indeks harga produsen menunjukkan sedikit peningkatan inflasi inti di AS.

Menurut Rodda, kenaikan biaya energi ikut mendorong tekanan inflasi tersebut.

Harga produsen AS naik sesuai perkiraan pada Agustus. Pemulihan biaya produk energi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut.

Peluang Kenaikan Suku Bunga

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 68 persen pada pekan depan.

Angka tersebut meningkat dari 62 persen sebelum data inflasi keluar. Perkiraan tersebut mengacu pada CME FedWatch Tool.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Melemah

Namun, mayoritas ekonom dalam survei Reuters memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September.

Para ekonom juga memperkirakan The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga hingga akhir tahun.

Dolar AS menguat tipis pada perdagangan tersebut. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Kenaikan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun juga menekan harga emas. Investor cenderung mengurangi kepemilikan emas ketika obligasi menawarkan imbal hasil yang lebih menarik.

Rodda menilai pasar obligasi perlu menyesuaikan diri dengan tekanan inflasi yang lebih tinggi. Menurutnya, kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang memperkuat tekanan tersebut.

Imbal Hasil Obligasi

Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya menekan harga emas dan perak. Investor menghadapi biaya peluang yang lebih tinggi ketika menyimpan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga minyak melonjak sekitar 4 persen pada Kamis. Harga minyak mentah Brent bahkan menyentuh US$105 per barel.

Lonjakan serangan terhadap kapal pengangkut mendorong kenaikan harga minyak. Konflik AS-Iran juga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Bank Sentral Eropa (ECB) ikut mengambil langkah untuk menghadapi tekanan inflasi. Pada Kamis, ECB menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.

ECB mengambil kebijakan tersebut untuk meredam inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga energi.

Tekanan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 4 persen menjadi US$64,56 per ons.

Harga platinum melemah 4,6 persen menjadi US$1.808,43 per ons. Sementara itu, harga paladium turun 3,9 persen menjadi US$1.300 per ons. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000
Rupiah Melemah 58 Poin, Investor Menanti Keputusan The Fed
Harga Emas Pegadaian Minggu Naik, Antam Tembus Rp2,64 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini Tetap Rp2,6 Juta
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp20.000, Ini Pemicunya
Harga Emas Antam Naik, Buyback Jadi Rp2,45 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Paling Mahal
Gaji PPPK Bengkulu Utara 2027 Dijamin, Anggaran Rp174 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000

Senin, 14 September 2026 - 21:00 WIB

Rupiah Melemah 58 Poin, Investor Menanti Keputusan The Fed

Minggu, 13 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu Naik, Antam Tembus Rp2,64 Juta

Minggu, 13 September 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tetap Rp2,6 Juta

Sabtu, 12 September 2026 - 23:00 WIB

Harga Pertamax Bisa Tembus Rp20.000, Ini Pemicunya

Berita Terbaru

Harga emas Antam dan buyback Selasa 15 September 2026.(Foto : KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:00 WIB

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda.(Foto : liputan6.com)

Nasional

SAR Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda

Senin, 14 Sep 2026 - 23:00 WIB

Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 14 September 2026. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah 58 Poin, Investor Menanti Keputusan The Fed

Senin, 14 Sep 2026 - 21:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Nasional

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

Senin, 14 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wakil Ketua I DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H., menghadiri serah terima jabatan Kapolres Kerinci di Halaman Mapolres Kerinci, Senin (14/9).

Sungai Penuh

Hardizal Hadiri Sertijab Kapolres Kerinci yang Baru

Senin, 14 Sep 2026 - 17:00 WIB