Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah dan dolar AS saat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.( Foto : Ilustrasi AI )

Ilustrasi rupiah dan dolar AS saat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.( Foto : Ilustrasi AI )

Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Penguatan dolar AS kembali menekan rupiah setelah sebelumnya dolar AS melemah akibat rilis data inflasi.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.879 per dolar AS. Angka tersebut turun dua poin atau 0,01 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp17.871 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dibandingkan pembukaan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.819 per dolar AS.

Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Kamis. Ia juga melihat peluang rupiah kembali melemah terhadap dolar AS.

Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.870 hingga Rp17.940 per dolar AS. Sejumlah sentimen global masih memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

Ketegangan antara AS dan Iran menjadi salah satu perhatian utama pasar. Investor juga memantau perkembangan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca Juga :  30 Paskibraka Sungai Penuh Siap Kibarkan Merah Putih

Perkembangan tersebut dapat memengaruhi harga energi dan sentimen investor global. Kondisi geopolitik yang tidak stabil juga dapat mendorong investor memilih aset yang mereka anggap lebih aman.

Inflasi AS Pengaruhi Arah Rupiah

Selain faktor geopolitik, pasar terus mencermati data inflasi AS. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan terhadap Federal Reserve atau The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.

Sebaliknya, kenaikan inflasi dapat meningkatkan kembali ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut dapat memperkuat dolar AS dan menekan rupiah.

Investor juga menunggu arah kebijakan The Fed. Mereka akan mencermati berbagai data ekonomi AS sebelum menentukan strategi investasi.

Konsumsi Domestik Masih Lemah

Dari dalam negeri, kondisi konsumsi masyarakat juga memengaruhi pergerakan rupiah. Ibrahim mencatat penjualan ritel pada Juni 2026 turun 3,0 persen secara tahunan.

Meski turun, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kontraksi 3,9 persen pada bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan konsumsi domestik mulai membaik, meskipun daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp 17.700, Rupiah Tertekan

Selain konsumsi, investor turut mencermati kondisi fiskal pemerintah. Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026.

Jumlah tersebut membuat rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 41,26 persen. Pelaku pasar turut memperhatikan angka tersebut ketika menilai kondisi ekonomi Indonesia.

Pasar Masih Waspadai Pergerakan Rupiah

Berbagai sentimen tersebut membuat rupiah berpotensi bergerak dinamis sepanjang perdagangan hari ini. Investor akan mencermati pergerakan dolar AS, kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik, dan kondisi ekonomi domestik.

Jika dolar AS terus menguat, rupiah berpotensi kembali mendapat tekanan. Sebaliknya, sentimen positif dari pasar global dan perbaikan ekonomi domestik dapat membantu rupiah mengurangi tekanan.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan terbaru dari ekonomi AS dan global. Pergerakan data inflasi, kebijakan suku bunga, serta kondisi geopolitik akan menjadi faktor penting bagi arah rupiah selanjutnya. (Ven*)

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB