Motor Listrik 2026 Lesu, Industri Siapkan Strategi Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Penjualan Motor Listrik 2026 Melambat, Industri Cari Strategi Baru

Jakarta, Britakini.comPenjualan motor listrik di Indonesia melambat tajam pada 2026. Hingga Agustus, industri baru mencatat penjualan hampir 19.000 unit. Angka tersebut jauh di bawah penjualan pada 2023, 2024, dan 2025.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, industri motor listrik Indonesia mulai berkembang sekitar satu dekade lalu. Pada tahap awal, produsen fokus mengembangkan teknologi, melakukan uji coba, dan mengenalkan motor listrik kepada masyarakat.

“Motor listrik itu mulai diproduksi dan dipakai sejak tahun 2017. Tapi tahun 2017 mungkin masih banyak buat R&D, buat trial error, test the water, jadi masih sedikit,” ujar Budi kepada Kompas.com, Senin (24/8/2026).

Penjualan Motor Listrik Naik pada 2023

Pasar motor listrik mulai tumbuh lebih cepat pada 2023. Pemerintah memberikan bantuan pembelian sepeda motor listrik untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik.

Baca Juga :  Sekda Sungai Penuh Kawal UKK Dewan Pengawas

Budi mencatat, program tersebut membantu industri menjual sekitar 62.000 unit motor listrik pada 2023. Setahun kemudian, penjualan kembali meningkat hingga sekitar 77.000 unit.

Pada 2025, industri tetap mencatat penjualan tinggi meski pemerintah tidak lagi memberikan bantuan pembelian, insentif, maupun subsidi.

Produsen berhasil menjual sekitar 60.000 unit motor listrik pada tahun tersebut.

“Artinya, kalau di tahun 2024 masih ada subsidi sampai dengan 77.000 unit, tapi tahun 2025 tidak ada subsidi. Tapi kami masih mencapai angka 60.000 unit,” kata Budi.

Menurut Budi, angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai menerima motor listrik. Industri juga membuktikan bahwa konsumen tetap membeli motor listrik meski pemerintah menghentikan subsidi.

Penjualan Motor Listrik 2026 Melambat

Tren positif tersebut tidak berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, industri baru mencatat penjualan hampir 19.000 unit.

“Dan ironi memang, tahun 2026 sampai dengan bulan Agustus, ini baru mencapai hampir 19.000 unit. Ini adalah data penjualan motor listrik berdasarkan data SRUT yang dikeluarkan Kemenhub,” ujar Budi.

Baca Juga :  Kapan Wajib Zakat Emas dan Cara Hitungnya Lengkap

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penjualan tersebut melalui data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Angka tersebut menunjukkan perlambatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan penjualan pada dua tahun sebelumnya. Industri pun perlu mencari cara untuk kembali meningkatkan permintaan.

Industri Dorong Inovasi Motor Listrik

Budi menilai pelaku industri harus bergerak lebih agresif untuk menghadapi perlambatan pasar. Produsen perlu menghadirkan produk dan strategi pemasaran yang lebih menarik bagi konsumen.

Ia juga mendorong produsen membuat skema penjualan baru agar masyarakat semakin mudah membeli motor listrik.

Selain itu, produsen perlu memperkuat pendekatan kepada konsumen. Inovasi pada produk, harga, layanan, dan strategi penjualan dapat membantu industri menarik pembeli baru.

Menurut Budi, langkah tersebut dapat memperluas penggunaan motor listrik di Indonesia. Industri juga dapat menghidupkan kembali pertumbuhan pasar tanpa terus bergantung pada subsidi pemerintah. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini
Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu
Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual
Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta
Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631
Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus
Rupiah Anjlok, Ini Kurs Dolar Empat Bank Besar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 13:00 WIB

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Sabtu, 5 September 2026 - 05:00 WIB

Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Motorola Edge 70 Plus: Kamera 200 MP, Harga Fantastis

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

BYD Produksi Lokal, Ini Fakta Harga Mobil Terbaru

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Wisata

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:00 WIB