Penjualan Motor Listrik 2026 Melambat, Industri Cari Strategi Baru
Jakarta, Britakini.com – Penjualan motor listrik di Indonesia melambat tajam pada 2026. Hingga Agustus, industri baru mencatat penjualan hampir 19.000 unit. Angka tersebut jauh di bawah penjualan pada 2023, 2024, dan 2025.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengatakan, industri motor listrik Indonesia mulai berkembang sekitar satu dekade lalu. Pada tahap awal, produsen fokus mengembangkan teknologi, melakukan uji coba, dan mengenalkan motor listrik kepada masyarakat.
“Motor listrik itu mulai diproduksi dan dipakai sejak tahun 2017. Tapi tahun 2017 mungkin masih banyak buat R&D, buat trial error, test the water, jadi masih sedikit,” ujar Budi kepada Kompas.com, Senin (24/8/2026).
Penjualan Motor Listrik Naik pada 2023
Pasar motor listrik mulai tumbuh lebih cepat pada 2023. Pemerintah memberikan bantuan pembelian sepeda motor listrik untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik.
Budi mencatat, program tersebut membantu industri menjual sekitar 62.000 unit motor listrik pada 2023. Setahun kemudian, penjualan kembali meningkat hingga sekitar 77.000 unit.
Pada 2025, industri tetap mencatat penjualan tinggi meski pemerintah tidak lagi memberikan bantuan pembelian, insentif, maupun subsidi.
Produsen berhasil menjual sekitar 60.000 unit motor listrik pada tahun tersebut.
“Artinya, kalau di tahun 2024 masih ada subsidi sampai dengan 77.000 unit, tapi tahun 2025 tidak ada subsidi. Tapi kami masih mencapai angka 60.000 unit,” kata Budi.
Menurut Budi, angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai menerima motor listrik. Industri juga membuktikan bahwa konsumen tetap membeli motor listrik meski pemerintah menghentikan subsidi.
Penjualan Motor Listrik 2026 Melambat
Tren positif tersebut tidak berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, industri baru mencatat penjualan hampir 19.000 unit.
“Dan ironi memang, tahun 2026 sampai dengan bulan Agustus, ini baru mencapai hampir 19.000 unit. Ini adalah data penjualan motor listrik berdasarkan data SRUT yang dikeluarkan Kemenhub,” ujar Budi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penjualan tersebut melalui data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Angka tersebut menunjukkan perlambatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan penjualan pada dua tahun sebelumnya. Industri pun perlu mencari cara untuk kembali meningkatkan permintaan.
Industri Dorong Inovasi Motor Listrik
Budi menilai pelaku industri harus bergerak lebih agresif untuk menghadapi perlambatan pasar. Produsen perlu menghadirkan produk dan strategi pemasaran yang lebih menarik bagi konsumen.
Ia juga mendorong produsen membuat skema penjualan baru agar masyarakat semakin mudah membeli motor listrik.
Selain itu, produsen perlu memperkuat pendekatan kepada konsumen. Inovasi pada produk, harga, layanan, dan strategi penjualan dapat membantu industri menarik pembeli baru.
Menurut Budi, langkah tersebut dapat memperluas penggunaan motor listrik di Indonesia. Industri juga dapat menghidupkan kembali pertumbuhan pasar tanpa terus bergantung pada subsidi pemerintah. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: kompas.com









