IHSG Pekan Ini Rawan Turun, Investor Wajib Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengunjung di area kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia.(Foto : PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Aktivitas pengunjung di area kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia.(Foto : PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Jakarta, Britakini.com – Sejumlah sentimen global dan domestik akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Martha Christina, menyebut tiga faktor yang perlu investor cermati. Faktor tersebut meliputi arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed), harga minyak dunia, dan rebalancing indeks MSCI.

Pidato Ketua The Fed Jadi Perhatian Investor

Investor akan mencermati pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam forum Jackson Hole. Pidato tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

“Kalau di pekan ini kalau kita lihat itu ada pidato dari Gubernur The Fed sekarang, jadi Chairman The Fed yang akan menentukan nih bagaimana sentimen terkait dengan suku bunga,” kata Martha dalam program Obrolan Saham Kompas.com, dikutip Selasa (25/8/2026).

Namun, Martha menilai investor belum tentu mendapatkan sinyal kuat mengenai kebijakan The Fed berikutnya.

Menurutnya, Kevin Warsh cenderung tidak banyak memberikan petunjuk mengenai kebijakan pada masa mendatang. Ia justru mendorong pasar untuk mencermati perkembangan data ekonomi.

“Jadi memang kalau kita lihat di masa dia kemungkinan memang akan lebih kurang sinyal-sinyal gitu ya untuk langkah-langkah The Fed ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Update Harga Perak Antam Terbaru, Turun Lagi Hari Ini

Karena itu, investor perlu mencermati data inflasi dan Personal Consumption Expenditures (PCE). Pasar akan menggunakan kedua data tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum The Fed menggelar pertemuan pada September.

Harga Minyak Berpotensi Menahan Inflasi

Selain kebijakan The Fed, investor juga perlu memantau pergerakan harga minyak dunia.

Martha menyebut harga minyak masih berada pada level tinggi. Harga minyak Brent bahkan masih bertahan di atas 90 dollar AS per barrel.

Harga minyak yang tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi keputusan The Fed dalam menentukan suku bunga.

“Harga minyak tuh saat ini Brent masih di atas 90 dollar AS, itu masih di level yang sangat tinggi, karena kenaikan atau bertahannya minyak di harga tinggi itu kan akan terus membuat inflasi itu bertahan di level tinggi,” kata Martha.

Jika inflasi terus bertahan tinggi, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan The Fed menerapkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

Rebalancing MSCI Masih Membayangi IHSG

Dari dalam negeri, investor akan memantau rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus.

Sebelumnya, isu MSCI sempat menekan pasar saham Indonesia. Namun, tekanan tersebut mulai mereda pada pekan ketiga Agustus.

Baca Juga :  ESDM Terapkan Campuran Bioetanol 5 Persen di SPBU 2026

Martha mencatat investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih atau net buy sekitar Rp 500 miliar pada periode tersebut.

“Isu terkait MSCI sudah mulai reda setelah minggu kedua kemarin cukup gencar gitu ya net sell juga. Minggu ketiga kemarin, Agustus ini, itu relatif lebih stabil,” ujarnya.

Kembalinya dana asing memberikan sinyal positif bagi IHSG. Meski begitu, Martha mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati karena arus dana asing belum menunjukkan pola yang stabil.

IHSG Berpeluang Mengalami Profit Taking

Martha juga melihat posisi IHSG di sekitar level 6.500 membuka peluang terjadinya aksi ambil untung atau profit taking.

Investor berpotensi melepas saham yang sudah menguat, terutama menjelang akhir pekan.

“Jadi kita masih melihat bahwa akan rawan profit taking di pekan ini gitu ya, khususnya nanti di akhir pekan,” ucapnya.

Untuk perdagangan pekan ini, Martha memperkirakan IHSG memiliki level support 6.400 dan resistance 6.600.

Jika IHSG mampu menembus level 6.600, indeks berpeluang melanjutkan penguatan.

Sebaliknya, investor perlu mewaspadai jika IHSG menembus level 6.200. Pelemahan tersebut dapat membuka ruang bagi IHSG untuk bergerak menuju level di bawah 6.000. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB