Malaysia Ungguli Thailand Berkat Visa Ramah Wisatawan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan asing menikmati suasana kota Kuala Lumpur, Malaysia, yang mencatat lonjakan kunjungan sepanjang 2025 berkat kebijakan visa ramah wisatawan.

Wisatawan asing menikmati suasana kota Kuala Lumpur, Malaysia, yang mencatat lonjakan kunjungan sepanjang 2025 berkat kebijakan visa ramah wisatawan.

Kuala Lumpur, Britakini.com – Malaysia kembali menunjukkan dominasinya di peta pariwisata Asia Tenggara. Pemerintah negeri jiran itu berhasil mendorong lonjakan wisatawan berkat kebijakan visa yang ramah dan pembangunan infrastruktur yang konsisten.

Malaysia mencatat prestasi tersebut selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah menerapkan strategi visa yang memudahkan wisatawan asing sekaligus membenahi sektor transportasi dan fasilitas pendukung pariwisata.

Mengutip VNExpress, Selasa (13/1/2026), data Tourism Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan menunjukkan bahwa Malaysia menerima 38,3 juta wisatawan mancanegara sepanjang 11 bulan pertama 2025.

Jumlah itu bahkan melampaui total kunjungan wisatawan sepanjang 2024. Capaian tersebut menandakan pemulihan pariwisata Malaysia berlangsung sangat cepat dan stabil.

Baca Juga :  Manuskrip Al-Qur'an 170 Tahun Warisan Ulama Mojokerto

Sebaliknya, Thailand justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, negara itu hanya mencatat 32,9 juta kunjungan wisatawan asing, atau turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bloomberg melaporkan bahwa penurunan ini menjadi yang pertama dalam satu dekade terakhir, di luar masa pandemi. Padahal, Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata utama di Asia Tenggara.

Berbagai masalah menekan sektor wisata Thailand sepanjang tahun lalu. Kasus penculikan wisatawan, gempa bumi besar, ketegangan di perbatasan Kamboja, serta banjir besar mengganggu aktivitas pariwisata dan menurunkan kepercayaan wisatawan.

Di tengah situasi tersebut, Malaysia justru melaju kencang. Pada Mei 2025, pemerintah Malaysia memperpanjang kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal China selama lima tahun, dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya.

Baca Juga :  Kepadatan Kendaraan dan Wisatawan di Pantai Padang

Pemerintah pertama kali menerapkan kebijakan bebas visa ini pada Desember 2023 dan sebelumnya membatasi masa berlaku hingga 2026. Selain itu, Malaysia terus memperluas konektivitas dengan membuka lebih banyak rute penerbangan internasional.

Pemerintah juga mempercepat modernisasi Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk menampung lonjakan wisatawan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Serangkaian langkah tersebut memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi unggulan di kawasan, sekaligus memperlebar jarak dengan para pesaingnya di Asia Tenggara.

(VVR*)

Berita Terkait

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama
Kunjungan Wisman Meningkat, Pariwisata Indonesia Stabil
Ide Usaha Pinggir Jalan Kampung Masih Menjanjikan
Perjalanan Ubud Bali Dari Sepi Jadi Destinasi Dunia
Pariwisata Global Utamakan Pengalaman Bermakna dan Personal
Wisata Ayi Tafsut Kerinci Tawarkan Alam dan Edukasi
Kepadatan Kendaraan dan Wisatawan di Pantai Padang
Picos de Europa Dinobatkan Tempat Terindah Dunia 2026
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:00 WIB

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

Kunjungan Wisman Meningkat, Pariwisata Indonesia Stabil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:02 WIB

Ide Usaha Pinggir Jalan Kampung Masih Menjanjikan

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WIB

Perjalanan Ubud Bali Dari Sepi Jadi Destinasi Dunia

Kamis, 30 April 2026 - 23:59 WIB

Pariwisata Global Utamakan Pengalaman Bermakna dan Personal

Berita Terbaru

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Ingatkan Hujan Ringan dan Potensi Awan Cumulonimbus

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB