Teheran, Britakini.com – Iran menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan, kecuali penerbangan sipil internasional yang telah mengantongi izin resmi. Namun, setelah sekitar lima jam, otoritas Iran kembali membuka wilayah udara tersebut.
Mengutip Anadolu Agency, Kamis (15/1/2026), pemerintah Iran mulai memberlakukan penutupan wilayah udara sejak hari ini. Kebijakan ini membatasi seluruh penerbangan yang masuk dan keluar Iran, sementara otoritas menangguhkan semua lalu lintas udara lainnya.
Iran mengambil langkah ini di tengah meningkatnya ketegangan regional dan domestik. Negara tersebut menghadapi gelombang protes anti-pemerintah serta pengawasan internasional yang semakin ketat.
Penutupan sementara ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan respons terhadap situasi di Iran, yang sedang mengalami protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan pada Rabu (14/1) waktu setempat bahwa Washington telah menarik sebagian personelnya dari pangkalan militer di Timur Tengah. Langkah ini muncul setelah pejabat senior Iran memperingatkan negara-negara tetangga bahwa Teheran akan menyerang pangkalan militer AS jika Amerika Serikat melancarkan serangan.
Pada hari yang sama, Jerman mengeluarkan arahan baru yang melarang maskapai penerbangannya memasuki wilayah udara Iran.
Amerika Serikat juga melarang seluruh penerbangan komersial AS melintasi wilayah Iran. Hingga kini, kedua negara tidak memiliki penerbangan langsung.
Penutupan wilayah udara tersebut langsung memengaruhi sejumlah penerbangan, termasuk milik Air India. Maskapai itu mengalihkan rute penerbangan yang sebelumnya melintasi Iran, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan, seperti yang dikutip CNN.
Air India juga menyatakan akan membatalkan penerbangan yang tidak dapat dialihkan. Maskapai tersebut menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan penumpang.
“Kami selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan awak,” ujar perwakilan Air India.
Iran Kembali Membuka Wilayah Udara
Otoritas Iran akhirnya membuka kembali wilayah udaranya setelah hampir lima jam penutupan, di tengah kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer Amerika Serikat.
Mengutip Reuters dan Al Arabiya, otoritas mencabut pemberitahuan penutupan sesaat sebelum pukul 22.00 ET atau 03.00 GMT. Data Flightradar24 menunjukkan lima penerbangan dari maskapai Iran, seperti Mahan Air, Yazd Airways, dan AVA Airlines, menjadi yang pertama kembali melintasi wilayah udara Iran.
(VVR*)









