Hari Perempuan Internasional 2026 Dorong Kesetaraan Gender

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026 yang menekankan perjuangan hak dan keadilan bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Ilustrasi peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2026 yang menekankan perjuangan hak dan keadilan bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Jakarta, Britakini.com – Masyarakat dunia kembali memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret 2026. Tahun ini, peringatan tersebut menyoroti pentingnya hak, keadilan, dan tindakan nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan.

Mengutip situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, momentum ini mengajak masyarakat global memperkuat dukungan terhadap kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Banyak negara merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tahun. Pada hari ini, masyarakat menghargai berbagai pencapaian perempuan di banyak bidang. Selain itu, perayaan ini tidak membedakan latar belakang nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, maupun politik.

Sejak awal kemunculannya, peringatan ini terus berkembang menjadi gerakan global. Karena itu, perempuan di negara maju maupun berkembang memanfaatkan momentum ini untuk memperjuangkan kesetaraan hak.

Selanjutnya, gerakan perempuan internasional semakin kuat setelah empat konferensi perempuan global yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi tersebut mendorong dukungan global terhadap hak perempuan. Selain itu, forum ini juga memperluas partisipasi perempuan dalam bidang politik dan ekonomi.

Baca Juga :  Qatar Cegat Serangan Rudal, Sirene Peringatan Menggema Doha

PBB kemudian mengakui Hari Perempuan Internasional secara resmi pada 1977. Namun sebenarnya, gerakan ini sudah muncul lebih awal melalui aksi buruh pada awal abad ke-20 di Amerika Utara dan Eropa.

Selain itu, penetapan tanggal 8 Maret juga berkaitan dengan gerakan perempuan pada masa Revolusi Rusia. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan perempuan.

Tema Hari Perempuan Internasional 2026

Pada 8 Maret 2026, perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia kembali menyuarakan tuntutan mereka. Mereka menuntut hak dan keadilan yang setara.

Saat ini, perempuan secara global hanya memiliki sekitar 64 persen hak hukum yang dimiliki laki-laki. Akibatnya, ketimpangan masih terjadi dalam banyak aspek kehidupan. Misalnya pekerjaan, keuangan, keamanan, keluarga, kepemilikan properti, mobilitas, bisnis, hingga pensiun.

Baca Juga :  Messi Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Dulu

Karena itu, Hari Perempuan Internasional 2026 mengusung tema “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.” Tema ini mengajak masyarakat dunia mengambil langkah nyata untuk menghapus berbagai hambatan menuju keadilan gender.

Di sisi lain, gerakan ini juga menyoroti sejumlah masalah. Di antaranya hukum yang diskriminatif, perlindungan hukum yang lemah, serta norma sosial yang merugikan perempuan dan anak perempuan.

Sementara itu, dunia akan berkumpul di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Pertemuan ini berlangsung dalam forum tahunan Commission on the Status of Women (CSW70). Forum tersebut menjadi pertemuan terbesar yang membahas kesetaraan gender dan hak perempuan.

Pada akhirnya, Hari Perempuan Internasional 2026 menegaskan satu pesan penting. Dunia harus terus memperjuangkan hak, keadilan, dan tindakan nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan.

(Ven*)

Berita Terkait

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka
Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Jumat, 25 September 2026 - 00:00 WIB

Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB