Molinas Diproyeksikan Ciptakan Nilai Ekonomi Rp150 Triliun
Jakarta, Britakini.com – Program Motor Listrik Nasional (Molinas) berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. menargetkan program ini menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp150 triliun selama 2026-2031.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan penjualan motor listrik untuk mencapai target tersebut. Pemerintah juga membangun ekosistem Molinas dari hulu hingga hilir.
Ekosistem itu mencakup industri manufaktur, komponen, baterai, distribusi, pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah merancang Molinas sebagai bagian dari strategi pengembangan industri nasional.
“Jadi program motor listrik manfaatnya banyak sekali, selain penghematan subsidi bahan bakar, juga menciptakan lapangan kerja,” ujar Susiwijono di Jakarta, dikutip Selasa (25/8/2026).
Molinas Buka 215.000 Lapangan Kerja
Pemerintah memperkirakan pengembangan ekosistem motor listrik dapat membuka sekitar 215.000 lapangan pekerjaan. Industri OEM, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya akan menyerap tenaga kerja tersebut.
Pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas produksi motor listrik nasional. Saat ini, industri mampu memproduksi sekitar 100.000 unit per tahun.
Pemerintah menargetkan kapasitas produksi mencapai 1 juta unit per tahun pada 2028. Untuk mendukung target itu, pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Pemerintah menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Molinas naik dari sekitar 40 persen menjadi 60 persen.
Motor Listrik Hemat Subsidi BBM
Pemerintah juga mendorong penggunaan motor listrik untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memproyeksikan program ini dapat menghemat subsidi BBM sekitar Rp82,2 triliun selama 2027-2037.
Juga menggunakan asumsi sekitar 11 juta motor listrik beroperasi pada 2037 dalam proyeksi tersebut.
Selain menghemat subsidi, penggunaan motor listrik dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak. Pemerintah memperkirakan pengurangan impor minyak dapat memberikan dampak ekonomi sekitar Rp45 triliun.
Pemerintah Perkuat Industri Nasional
Susiwijono mengatakan pemerintah perlu menghitung manfaat Molinas secara menyeluruh. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menggerakkan transaksi penjualan kendaraan.
Molinas juga mendorong pertumbuhan industri komponen, baterai, logistik, pembiayaan, dan infrastruktur pengisian daya.
Pemerintah berharap peningkatan kapasitas produksi dan TKDN dapat menciptakan efek berganda bagi ekonomi nasional. Industri lokal juga berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya permintaan komponen dan layanan pendukung.
Namun, pemerintah tetap perlu memastikan pasar mampu menyerap peningkatan produksi. Pemerintah dan pelaku industri juga harus memperluas infrastruktur, meningkatkan kapasitas produksi, dan menjaga daya saing produk.
Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin menjadikan Molinas bukan sekadar program kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan Molinas menjadi penggerak industri nasional dari hulu hingga hilir. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: kompas.com









