Pemerintah Siapkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan dukungan pemerintah untuk pembayaran gaji PPPK dan belanja pegawai daerah.(Fopto : Dok. Humas Kemendagri)

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan dukungan pemerintah untuk pembayaran gaji PPPK dan belanja pegawai daerah.(Fopto : Dok. Humas Kemendagri)

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Bayar Gaji PPPK

Jakarta, Britakini.com — Pemerintah menyiapkan tiga skema untuk membantu pemerintah daerah (pemda) membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Langkah tersebut bertujuan memastikan pemda tetap memenuhi kewajiban pembayaran gaji PPPK. Pemerintah juga menegaskan tidak akan merumahkan PPPK akibat keterbatasan anggaran.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan skema tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pemda Perlu Efisienkan Anggaran

Sebagai langkah pertama, Tito meminta pemda melakukan efisiensi anggaran.

Sejumlah belanja yang tidak mendesak dapat dikurangi. Contohnya, perjalanan dinas, rapat yang tidak perlu, serta belanja makanan dan minuman.

Melalui efisiensi tersebut, pemda bisa mengalihkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

Langkah ini terutama penting bagi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran.

Pemerintah Bayarkan Kurang Bayar DBH

Skema kedua memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang masih menjadi hak pemda.

Jika terdapat DBH yang belum pemerintah pusat bayarkan, dana tersebut akan disalurkan kepada daerah. Selanjutnya, pemda dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

Menurut Tito, sejumlah daerah masih memiliki hak atas DBH yang belum tersalurkan.

Tambahan dana itu diharapkan dapat memberikan ruang fiskal bagi daerah untuk membayar gaji PPPK.

Daerah Bisa Mendapat Tambahan DAU

Ketika efisiensi belum cukup, pemerintah menyiapkan skema ketiga berupa tambahan Dana Alokasi Umum (DAU).

Pemerintah pusat akan memberikan tambahan DAU kepada daerah yang masih kesulitan memenuhi belanja pegawai setelah melakukan efisiensi.

Baca Juga :  Minyak Dunia Menguat Saat Isu Hormuz Memanas Lagi

Tito mengatakan pemerintah terus memperhatikan kondisi fiskal setiap daerah.

Pembayaran gaji pegawai juga menjadi prioritas karena pemda wajib memenuhi kewajiban tersebut.

“Kebijakan Presiden sangat memperhatikan permasalahan fiskal di daerah-daerah. Terutama untuk membayar biaya yang wajib dibayarkan, yaitu belanja pegawai,” kata Tito.

Gaji PPPK Tetap Harus Dibayar

Persoalan pembiayaan PPPK sebelumnya telah pemerintah bahas bersama kementerian terkait.

Pembahasan itu mencakup status PPPK dan sumber pembiayaannya. Sejumlah pemda menyampaikan kekhawatiran karena kemampuan anggaran mereka terbatas.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pembayaran gaji PPPK.

“Kami sudah exercise beberapa daerah. Kami sudah ketemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), kemudian juga dengan Menteri Keuangan (Menkeu),” ujar Tito.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah tidak menyiapkan opsi untuk merumahkan PPPK.

Karena itu, pemda tetap harus membayar gaji PPPK sesuai ketentuan.

Dukungan Pemerintah Capai Rp 18,9 Triliun

Untuk membantu daerah, pemerintah menyiapkan dukungan fiskal sekitar Rp18,9 triliun.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026 mengatur penyesuaian rincian alokasi dan penyaluran DAU Tahun 2026.

Aturan tersebut juga mencakup pembayaran kurang bayar DBH sampai dengan 2024 dan penyaluran Dana Treasury Deposit Facility pada 2026.

Dari total dukungan tersebut, sekitar Rp10 triliun dialokasikan untuk membayar kurang bayar DBH kepada daerah.

Selain itu, pemerintah menyiapkan lebih dari Rp8 triliun melalui tambahan DAU.

Dengan dukungan tersebut, Tito berharap pemda mampu menyelesaikan kebutuhan belanja pegawai, termasuk gaji PPPK dan PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  Iran Peringatkan Eskalasi, Diplomasi Jadi Kunci di Jenewa

“Jadi totalnya hampir Rp19 triliun, Rp18,9 sekian, dan Rp19 triliun. Nah, dengan adanya tambahan ini, kami semua berharap ini sudah bisa menyelesaikan permasalahan belanja pegawai, baik PPPK maupun paruh waktu. Itu dibayar oleh pemda masing-masing,” kata Tito.

Pemerintah Bahas Pembiayaan Guru

Rapat koordinasi itu tidak hanya membahas PPPK. Pemerintah juga membahas status dan pembiayaan guru.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membagi kewenangan pendidikan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Pemerintah kabupaten dan kota menangani PAUD, TK, SD, serta SMP.

Sementara itu, pemerintah provinsi menangani SMA dan SMK. Pemerintah pusat bertanggung jawab atas pendidikan tinggi.

Pembagian kewenangan tersebut turut menentukan beban anggaran tenaga pendidik di setiap daerah.

Status Guru sebagai ASN Pusat Dikaji

Untuk mengatasi persoalan tenaga pendidik, pemerintah pusat kini mengkaji sejumlah opsi.

Salah satunya adalah mengalihkan status guru menjadi ASN pemerintah pusat.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah pusat dapat menempatkan guru di daerah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Dengan cara itu, distribusi guru diharapkan menjadi lebih merata.

Selain itu, pemda dapat mengurangi beban belanja pegawai karena pemerintah pusat mengambil alih pembiayaan guru tertentu.

“Nah, ini sedang lakukan exercise. Tadi juga saya menjelaskan ini pasti akan meringankan pemda, khususnya dalam mengurangi belanja pegawai,” ujar Tito.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Ven*)

Berita Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Online, Begini Cara Bayarnya
Komdigi Soroti Live Streaming Demo, Waspada Informasi Viral
Motor Listrik Ciptakan Ekonomi Rp150 Triliun Nasional
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Rilis Daftar Wilayah
Pertalite Dibatasi, Pemerintah Siapkan Aturan Baru
Akses Jalan NTT Dibuka, Listrik Pulih Pascagempa
Prabowo Dorong Industri Motor Listrik Nasional Indonesia
BGN Tutup 833 Dapur MBG Langgar Standar Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Online, Begini Cara Bayarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Komdigi Soroti Live Streaming Demo, Waspada Informasi Viral

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Motor Listrik Ciptakan Ekonomi Rp150 Triliun Nasional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Rilis Daftar Wilayah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Pertalite Dibatasi, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Motorola Edge 70 Plus: Kamera 200 MP, Harga Fantastis

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

BYD Produksi Lokal, Ini Fakta Harga Mobil Terbaru

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Wisata

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:00 WIB