Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirmanto, anak petani asal Pemalang, kini bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah lulus cumlaude dari UNU Yogyakarta.

Kirmanto, anak petani asal Pemalang, kini bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah lulus cumlaude dari UNU Yogyakarta.

Jakarta, Britakini.comKirmanto membuktikan bahwa latar belakang keluarga tidak menghalangi kesuksesan. Lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta ini berhasil bekerja di perusahaan multinasional meski berasal dari keluarga petani di Pemalang.

Kirmanto menjadi anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ia juga menjadi satu-satunya yang meraih gelar sarjana. Kini, ia memikul tanggung jawab untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.

Perjalanan dari Desa ke Dunia Industri

Kirmanto lahir di Pemalang pada 20 Juni 2000. Ia tumbuh di Desa Belik bersama orang tuanya yang bekerja sebagai petani.

Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi Menteri Pertanian atau pengusaha di bidang pertanian. Setelah lulus dari SMAN 1 Belik, ia mengikuti SBMPTN di Purwokerto. Namun, ia belum berhasil lolos.

Ia tidak menyerah. Ia kembali menyiapkan diri untuk mencoba lagi. Namun, pandemi Covid-19 menghambat rencananya. Orang tuanya melarang bepergian karena kondisi saat itu tidak aman.

Kesempatan Emas Lewat Beasiswa

Kirmanto menemukan peluang saat Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta membuka program beasiswa penuh. Ia langsung mendaftar dan berhasil lolos seleksi.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Idul Adha 2026

Ia menerima beasiswa 100 persen melalui program KIP Kuliah. Ia juga mendapatkan uang saku Rp700 ribu per bulan.

Meski mendapat bantuan, ia tetap mandiri. Ia bergabung sebagai relawan di Palang Merah Indonesia Yogyakarta.

Ia aktif membantu menerima laporan kecelakaan dan bencana. Ia juga turun langsung ke lapangan saat kondisi darurat. Selain itu, ia bekerja paruh waktu untuk menambah pengalaman.

Prestasi Akademik dan Bekal Karier

Kirmanto menunjukkan prestasi akademik yang konsisten selama kuliah. Ia menyelesaikan studi dalam delapan semester dengan hasil memuaskan.

Kampus membekalinya dengan berbagai keterampilan kerja. Ia mengikuti pelatihan membuat CV, menghadapi wawancara, dan menyusun portofolio.

“Saya menjelaskan analisis susu saat wawancara kerja. Pengalaman kuliah sangat membantu saya lolos seleksi,” ujarnya.

Lolos ke Perusahaan Multinasional

Kirmanto lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,83 pada Desember 2024. Dua bulan kemudian, ia langsung diterima bekerja di PT Nestlé Indonesia.

Perusahaan menempatkannya di Bandaraya Factory, Batang, Jawa Tengah. Ia bekerja sebagai fresh milk analyst yang bertugas mengecek kualitas dan kandungan nutrisi susu.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Rilis, Klaim Hadiah Gratis

Ia sempat diterima di tiga perusahaan besar. Namun, ia memilih PT Nestlé Indonesia karena fasilitas modern dan kerja sama dengan kampusnya.

Tetap Berbakti kepada Orang Tua

Kirmanto terus mengembangkan kemampuan di dunia kerja. Ia juga rutin menyisihkan penghasilan untuk keluarganya.

Setiap akhir pekan, ia pulang ke Pemalang untuk bertemu orang tuanya.

“Saya ingin membahagiakan orang tua. Saya menabung agar bisa memberangkatkan mereka umroh,” katanya.

Kampus Siapkan Lulusan Siap Kerja

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta menyiapkan mahasiswa sejak awal agar siap kerja. Kampus menyediakan program seperti Direktorat Employability dan Student Journey.

Program ini membantu mahasiswa mengenali potensi dan terhubung dengan dunia industri.

Manajemen PT Nestlé Indonesia juga mengakui kualitas lulusan kampus tersebut. Mereka menilai alumni memiliki pemahaman kuat tentang keamanan pangan, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki disiplin tinggi. (Ven*)

Berita Terkait

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI
Prabowo Kunjungi Miangas, Presiden Kedua Setelah Jokowi
P3K Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK 2027
Rini Widyantini Pimpin Reformasi Birokrasi dan Peran Perempuan
Program MBG Buka Peluang Relawan Tanpa Batas Usia
Pemerintah, Insentif Kendaraan Listrik Dorong Industri Nasional
Prabowo Desak Potongan Ojol Turun di Bawah 10 Persen
Prabowo Hadiri May Day 2026, Buruh Ajukan Tuntutan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Kunjungi Miangas, Presiden Kedua Setelah Jokowi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:00 WIB

P3K Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK 2027

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:00 WIB

Rini Widyantini Pimpin Reformasi Birokrasi dan Peran Perempuan

Berita Terbaru

Grace Natalie menyampaikan klarifikasi soal unggahan video ceramah Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Jakarta.

Nasional

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kirmanto, anak petani asal Pemalang, kini bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah lulus cumlaude dari UNU Yogyakarta.

Nasional

Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

Layar menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru

Ekonomi

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas Antam hari ini turun menjadi Rp2.819.000 per gram.

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB