Pemerintah, Insentif Kendaraan Listrik Dorong Industri Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat membahas rencana insentif kendaraan listrik di Jakarta.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat membahas rencana insentif kendaraan listrik di Jakarta.

Jakarta, Britakini.com – Pemerintah kembali menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas rencana tersebut.

Mengutip Antara, kedua menteri menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan itu, mereka membahas peluang pemberian insentif kendaraan listrik guna memperkuat industri nasional.

Agus menilai insentif kendaraan listrik semakin relevan. Kebijakan ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, langkah ini berpotensi mengurangi beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak global.

Baca Juga :  Emas Jadi Aset Berisiko Harga Turun Tajam 2026

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan listrik menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ekonomi nasional. Pemerintah ingin menjaga ketahanan industri manufaktur sekaligus melindungi tenaga kerja.

“Insentif atau stimulus ini bertujuan memperkuat industri kita sekaligus melindungi tenaga kerja,” ujar Agus.

Namun, Agus menegaskan bahwa Kementerian Perindustrian tidak menentukan waktu, bentuk, maupun skema insentif. Ia meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada Menteri Keuangan.

Sementara itu, Purbaya mengakui permintaan kendaraan listrik terus meningkat. Ia menyatakan pemerintah sedang mengkaji kembali skema insentif untuk mobil listrik.

Baca Juga :  Informasi Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Dipastikan Hoaks

“Permintaan mobil listrik terlihat kuat. Kami akan memikirkan kembali bentuk insentifnya dalam waktu dekat,” kata Purbaya, seperti dikutip CNBC Indonesia.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah masih membahas kebijakan ini bersama Kementerian Perindustrian. Ia menargetkan pembahasan rampung dalam waktu dekat agar aturan insentif segera masuk ke sistem.

“Kami dorong prosesnya agar cepat. Targetnya, dua minggu ke depan sudah masuk ke sistem insentif,” jelasnya. (Ven*)

Berita Terkait

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI
Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto
Prabowo Kunjungi Miangas, Presiden Kedua Setelah Jokowi
P3K Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK 2027
Rini Widyantini Pimpin Reformasi Birokrasi dan Peran Perempuan
Program MBG Buka Peluang Relawan Tanpa Batas Usia
Prabowo Desak Potongan Ojol Turun di Bawah 10 Persen
Prabowo Hadiri May Day 2026, Buruh Ajukan Tuntutan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Kunjungi Miangas, Presiden Kedua Setelah Jokowi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:00 WIB

P3K Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK 2027

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:00 WIB

Rini Widyantini Pimpin Reformasi Birokrasi dan Peran Perempuan

Berita Terbaru

Grace Natalie menyampaikan klarifikasi soal unggahan video ceramah Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Jakarta.

Nasional

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kirmanto, anak petani asal Pemalang, kini bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah lulus cumlaude dari UNU Yogyakarta.

Nasional

Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

Layar menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru

Ekonomi

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas Antam hari ini turun menjadi Rp2.819.000 per gram.

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB