Telur Bikin Bisul? Ini Fakta Menurut Ahli

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telur bukan penyebab langsung bisul. Infeksi bakteri dan kebersihan kulit menjadi faktor yang lebih berkaitan.(Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Telur bukan penyebab langsung bisul. Infeksi bakteri dan kebersihan kulit menjadi faktor yang lebih berkaitan.(Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Jakarta, Britakini.com – Banyak orang masih percaya bahwa makan telur terlalu sering bisa menyebabkan bisul. Anggapan ini juga membuat sebagian orang tua membatasi telur untuk anak.

Padahal, telur tidak secara langsung menyebabkan bisul. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama munculnya bisul pada kulit.

Bakteri Memicu Infeksi yang Menyebabkan Bisul

Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi dari IPB University menjelaskan bahwa Staphylococcus aureus termasuk flora normal yang hidup di kulit manusia.

Pada kondisi normal, bakteri tersebut tidak selalu menimbulkan masalah. Namun, bakteri dapat memicu infeksi ketika daya tahan tubuh menurun atau seseorang kurang menjaga kebersihan diri.

Anak-anak juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami bisul. Sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang sehingga belum bekerja secara optimal.

Selain itu, aktivitas anak yang tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya luka kecil pada kulit. Gesekan atau kebiasaan menggaruk kulit bisa membuat permukaan kulit terluka.

Melalui luka tersebut, bakteri dapat masuk ke jaringan kulit. Infeksi kemudian berkembang dan memunculkan benjolan yang terasa nyeri.

Baca Juga :  Trump Ancam Iran, Demonstrasi Besar Guncang Teheran

Jaga Kebersihan untuk Mencegah Bisul

Masyarakat dapat mengurangi risiko bisul dengan menjaga kebersihan kulit. Kebiasaan sederhana seperti mandi secara rutin dapat membantu membersihkan kotoran dan bakteri dari permukaan tubuh.

Orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan tangan dan kuku. Potong kuku secara rutin agar kotoran dan bakteri tidak mudah menumpuk.

Kuku yang panjang dapat membawa kotoran ketika anak menggaruk kulit. Jika garukan menyebabkan luka, bakteri lebih mudah masuk ke dalam kulit.

Karena itu, kebersihan tubuh menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Alergi Telur Tidak Sama dengan Bisul

Telur memang dapat memicu masalah kulit pada orang yang mengalami alergi. Namun, reaksi alergi telur berbeda dengan bisul.

Orang yang alergi telur dapat mengalami bentol, ruam kemerahan, dan rasa gatal setelah mengonsumsi telur. Rasa gatal tersebut dapat membuat seseorang terus menggaruk kulit.

Jika garukan menyebabkan luka terbuka, bakteri Staphylococcus aureus dapat masuk dan memicu infeksi. Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan bisul.

Baca Juga :  Kurma dan Buah Pilihan untuk Energi Saat Berbuka

Sementara itu, bisul biasanya muncul sebagai benjolan yang terasa nyeri. Benjolan tersebut juga dapat berisi nanah.

Orang Sehat Tidak Perlu Takut Makan Telur

Orang yang tidak memiliki alergi telur tidak perlu menghindari makanan tersebut karena takut terkena bisul. Telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Satu butir telur mengandung sekitar 6–7 gram protein. Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan protein tubuh.

Meski begitu, seseorang sebaiknya tidak mengandalkan telur sebagai satu-satunya sumber protein. Konsumsi juga sumber protein lain dari makanan hewani dan nabati.

Selain protein, telur mengandung sekitar 5–5,3 gram lemak per butir. Kandungan lemak jenuhnya mencapai sekitar 1,5–1,6 gram.

Karena itu, masyarakat tetap perlu mengatur porsi makanan dan menjaga variasi menu sehari-hari.

Jadi, makan telur tidak secara langsung menyebabkan bisul. Infeksi bakteri, kondisi kulit, kebersihan tubuh, dan daya tahan tubuh lebih berkaitan dengan munculnya bisul.

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat tidak perlu lagi menghindari telur hanya karena khawatir makanan tersebut dapat memicu bisul. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat
Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah
Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran
Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif
Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan
Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali
Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din
Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:00 WIB

7 Makanan Kaya Kalsium untuk Tulang Sehat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Pelari Amatir Wajib Kenali Tanda Jantung Mulai Bermasalah

Rabu, 30 September 2026 - 03:00 WIB

Lari dan Jogging Jadi Cara Mudah Menjaga Kebugaran

Senin, 28 September 2026 - 01:00 WIB

Kursi Ergonomis Kantor, Pilihan Nyaman untuk Kerja Produktif

Jumat, 25 September 2026 - 02:00 WIB

Dokter Ungkap Waktu Tepat Menimbang Berat Badan

Berita Terbaru

DLH Kerinci mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Kerinci

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:00 WIB

Pemilik mengisi daya mobil listrik menggunakan perangkat pengisian daya di rumah.(Foto : Liputan6.com/Fery Pradolo)

Teknologi

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE menawarkan mesin 1.5L MIVEC, transmisi CVT, serta fitur keselamatan dan kenyamanan untuk menunjang aktivitas harian. (Foto : Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Teknologi

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:00 WIB

Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Nasional

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:00 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera Selatan menyisakan titik panas serta memicu sebaran asap yang mengancam kualitas udara. (Foto : MUDA SAGALA/AFP)

Nasional

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:00 WIB