Jakarta, Britakini.com – Presiden AS Donald Trump menyerang Venezuela untuk menangkap Nicolás Maduro, memicu kritik dari Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik. Mereka menilai langkah itu ilegal, tidak bijak, dan berpotensi menyeret AS ke perang mahal.
Greene Pertanyakan Alasan Serangan
Anggota DPR Marjorie Taylor Greene, tokoh MAGA, menuding Trump mengkhianati gerakan dan mempertanyakan motif serangan.
“Lalu mengapa Trump belum menindak kartel Meksiko?” ujarnya di X, dilansir NBC, Minggu (4/1/2026).
Greene menuduh Trump ingin mengganti rezim Venezuela demi mengendalikan pasokan minyak dan menyinggung kemarahan rakyat AS terhadap perang luar negeri mahal.
“Kekesalan rakyat Amerika wajar karena mereka dipaksa membayar agresi militer dan dukungan perang asing,” kata Greene.
Ia menambahkan, “Kedua partai selalu mendanai mesin militer Washington. Banyak orang MAGA mengira mereka mengakhiri ini lewat suara, tapi kita salah besar.”
Bacon Khawatir Dampak Internasional
Anggota DPR Don Bacon, R-Nebraska, menilai penangkapan Maduro bermanfaat bagi Venezuela dan kawasan, tetapi khawatir negara lain meniru tindakan AS.
“Rusia bisa membenarkan aksi militer ilegal mereka terhadap Ukraina, atau China invasi ke Taiwan,” kata Bacon.
Ia menambahkan, “Kebebasan dan supremasi hukum berhasil dipertahankan, tapi diktator akan memanfaatkan ini untuk tujuan egois.”
Massie Kritik Legalitas Serangan
Anggota DPR Thomas Massie, R-Kentucky, menyatakan pemerintahan Trump melanggar pembenaran hukum sendiri.
“Jika tindakan ini konstitusional, Jaksa Agung tidak akan mencuit soal penangkapan Presiden negara berdaulat dan istrinya karena pelanggaran undang-undang senjata 1934,” kata Massie di X.
Kaine Desak Otorisasi Kongres
Senator Tim Kaine mempertanyakan legalitas serangan dan menekankan peran Kongres.
Ia menjelaskan Senat akan memberikan suara minggu depan pada resolusi bipartisan yang mencegah “perang dengan Venezuela tanpa otorisasi Kongres jelas.”
Rubio dan Trump Bela Keputusan Tanpa Pemberitahuan
Menteri Luar Negeri Marco Rubio membela Trump karena tidak memberitahu Kongres sebelumnya. Ia menilai misi akan berisiko jika diumumkan lebih dulu.
“Kami segera menghubungi anggota Kongres setelah misi. Memberi tahu sebelumnya akan membahayakan,” ujar Rubio.
Trump menambahkan, ia menahan informasi dari Kongres karena takut bocor.
“Kongres cenderung membocorkan informasi. Itu tidak baik,” katanya.
(VVR*)









