Rahasia Bisnis Souvenir Pernikahan Laris Modal Kecil Profit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beragam produk souvenir pernikahan tersusun rapi di Alfiandra Wedding Souvenir, Cipinang, Jakarta Timur, yang terus berinovasi mengikuti tren pasar.(Foto : KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

Beragam produk souvenir pernikahan tersusun rapi di Alfiandra Wedding Souvenir, Cipinang, Jakarta Timur, yang terus berinovasi mengikuti tren pasar.(Foto : KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

Jakarta, Britakini.com — Suasana Toko yang Hangat dan Akrab Rak-rak tinggi memenuhi ruang display Alfiandra Wedding Souvenir di Cipinang, Jakarta Timur, dengan berbagai tempat minum, tempat makan, dan barang pecah belah. Saat pengunjung melangkah masuk, mereka langsung melihat beragam produk tersusun rapi di setiap sudut, mulai dari mangkuk keramik, gelas kaca, piring, wadah parfum, pigura, hingga teko dengan berbagai bentuk dan warna. Tumpukan tas goodie bag dan dompet turut mengisi ruangan, sementara para pegawai aktif mengemas pesanan yang siap dikirim.

Di ujung ruangan yang menyerupai labirin, Yana sebagai pendiri Alfiandra Wedding Souvenir menyambut pengunjung dengan senyum hangat. Ia menghadirkan konsep toko yang santai dan akrab, sehingga pengunjung merasa seperti berkunjung ke rumah saudara. “Di sini konsepnya lesehan, santai, buka sandal. Jadi rasanya bukan seperti belanja, tapi seperti main ke rumah,” ujar Yana saat ditemui, Senin (27/7/2026).

Perjalanan Bisnis dari Nol
Berawal dari Modal Kecil

Yana memulai usaha ini pada 1998 dengan modal Rp 7 juta. Ia kemudian mengembangkan bisnis tersebut selama hampir tiga dekade hingga menjadi produsen suvenir pernikahan yang dikenal luas dan mempekerjakan lebih dari 50 orang. Dalam merekrut karyawan, ia tidak mengutamakan ijazah, melainkan kejujuran dan kemauan untuk bekerja keras. “Saya tidak lihat ijazah. Saya tanya, siap jujur dan kerja keras atau tidak. Kalau siap, silakan bergabung,” jelasnya.

Baca Juga :  Rupiah Fluktuatif Cenderung Melemah Dipicu Sentimen Global

Menghadapi Tantangan Industri

Selama menjalankan usaha, Yana menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan tren, pergeseran selera konsumen, dampak pandemi Covid-19, hingga persaingan yang semakin ketat. Meski begitu, ia tetap mempertahankan bisnisnya dengan memegang prinsip yang konsisten.

Strategi Bertahan dan Tumbuh
Inovasi Tanpa Henti

Yana terus mengembangkan inovasi agar produknya tetap mengikuti tren pasar. Ia bersama tim secara rutin menciptakan desain baru setiap tahun. Ia memahami bahwa pelanggan tidak ingin menerima suvenir yang sama di berbagai acara pernikahan. Oleh karena itu, ia selalu memperbarui model, bahan, dan desain produk. Ia bahkan menghentikan produksi beberapa produk untuk sementara waktu sebelum menghadirkannya kembali dalam versi yang lebih segar.

Ia merasa bangga ketika produknya menjadi tren karena hasil kreativitas sendiri, bukan hasil meniru.

Pelayanan Jadi Prioritas

Yana menjadikan pelayanan sebagai kunci utama dalam membangun kepercayaan pelanggan. Ia memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk menukar produk yang rusak tanpa proses yang rumit.

“Kalau ada barang rusak, langsung bawa ke sini dan tukar. Kami tidak pernah menyalahkan pelanggan. Bagi kami mungkin jumlahnya kecil, tapi bagi calon pengantin itu penting,” ungkapnya.

Baca Juga :  Demonstrasi Iran Meluas Korban Tewas Trump Bereaksi

Selain itu, Yana juga sering membantu pelanggan yang mengalami masalah dengan vendor lain, termasuk menerima pesanan mendadak. Ia mampu melakukan hal tersebut karena mengelola seluruh proses produksi secara mandiri, mulai dari laser, sablon, hingga pengemasan dan percetakan.

Peran Dukungan Eksternal
Dukungan Pembiayaan untuk Berkembang

Yana memanfaatkan dukungan pembiayaan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk mengembangkan usahanya. Ia menilai pihak bank responsif, komunikatif, dan memahami kebutuhan pelaku usaha. Karena pengalaman positif tersebut, ia merekomendasikan BSI kepada pelaku UMKM lain yang membutuhkan tambahan modal.

Mentalitas Pengusaha Sukses
Kunci Sukses: Keyakinan dan Keberanian

Di akhir perbincangan, Yana menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada besarnya modal. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai, keyakinan, dan kemauan untuk terus belajar. Ia juga mengingatkan para pemula agar tidak takut gagal sebelum mencoba.

Menurutnya, keraguan justru menjadi penghambat terbesar dalam memulai usaha. Oleh karena itu, ia mendorong calon pengusaha untuk membangun optimisme sejak awal. “Bisnis tidak harus modal besar. Yang besar itu kemauan. Jangan takut melangkah dan yakinkan diri bisa berhasil. Kalau sejak awal sudah ragu, sama saja mendoakan kegagalan. Keyakinan adalah modal utama,” tegas Yana. (Ven*)

Berita Terkait

Bank Indonesia Buka Rekrutmen PCPM 41 Lulusan S1 S2
Minyak Dunia Menguat Saat Isu Hormuz Memanas Lagi
Emas Pegadaian Melonjak, Harga Antam UBS Galeri24 Naik
Lowongan Kerja BRI 2026 BBAP untuk D3 dan S1
Rupiah Perkasa Pagi Ini Sentimen Global Tekan Dolar
Bank Sentral Dongkrak Permintaan Emas Global 2026
Tito Usul Naikkan Gaji Kepala Daerah Berbasis Kinerja
Update Harga Emas Pegadaian Antam UBS Galeri24
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Bank Indonesia Buka Rekrutmen PCPM 41 Lulusan S1 S2

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Minyak Dunia Menguat Saat Isu Hormuz Memanas Lagi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Emas Pegadaian Melonjak, Harga Antam UBS Galeri24 Naik

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:00 WIB

Lowongan Kerja BRI 2026 BBAP untuk D3 dan S1

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Perkasa Pagi Ini Sentimen Global Tekan Dolar

Berita Terbaru

Bank Indonesia membuka rekrutmen PCPM angkatan 41 untuk lulusan S1 dan S2.(Foto: Rachman Haryanto)

Ekonomi

Bank Indonesia Buka Rekrutmen PCPM 41 Lulusan S1 S2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:00 WIB

Kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Ekonomi

Minyak Dunia Menguat Saat Isu Hormuz Memanas Lagi

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam, UBS, dan Galeri24 yang mengalami kenaikan harga di Pegadaian. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Emas Pegadaian Melonjak, Harga Antam UBS Galeri24 Naik

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

Panitia Warung Buk Dorlan saat membagikan paket Jumat Berkah kepada masyarakat di Desa Gedang, Sungai Penuh, Jumat (7/8/2026).( Foto : PT. Tren Gen Horizon)

Sungai Penuh

Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Bagikan 100 Nasi kotak

Sabtu, 8 Agu 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Tawakkal, Desa Sungai Ning.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Safari Jumat Pemkot Serap Aspirasi Warga Sungai Penuh

Jumat, 7 Agu 2026 - 19:00 WIB