Bank Indonesia Perkuat Pertanian Sungai Penuh Lewat Kolaborasi Teknologi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar acara GNPIP

Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar acara GNPIP

Britakini.com. Sungai Penuh  – Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Bank Indonesia menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui panen padi bersama di Desa Gedang, Jumat (16/5/2025).

Warsono, perwakilan BI Jambi menyampaikan kegiatan ini dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Sungai Penuh.

“Bank Indonesia selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan kelompok tani,kerja sama ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ketahanan pangan”,ujar Warsono.(16/5)

Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan inflasi dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kelompok tani menjadi kunci dalam memastikan pasokan tetap stabil.

Sebagai bentuk konkret dari kerja sama Bank Indonesia juga menggelar diskusi bersama Dinas Pertanian dan para petani untuk menyesuaikan bentuk dukungan yang tepat dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Rupiah Menguat, Ini Faktor yang Mempengaruhi Pasar

“Hasil dari dialog itu, BI memberikan bantuan boat tractor—alat pertanian yang dinilai sesuai dengan karakteristik geografis wilayah Sungai Penuh”,ujar Warsono.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga menggandeng kelompok tani Tiang Biduk Tigo untuk pendampingan dan pelatihan teknis pertanian. Salah satu upayanya adalah penyediaan bibit unggul, seperti varietas Kusut Putih, yang terbukti mampu mendongkrak hasil panen di Sungai penuh.

“Dengan teknologi pertanian yang tepat, produktivitas padi di Sungai Penuh berhasil meningkat dari 6,57 ton menjadi 11 ton per hektare. Ini jauh di atas rata-rata nasional, dan kita patut bangga,” terang Warsono.

Baca Juga :  Daihatsu Rocky Hybrid Super Irit BBM Performa Tangguh

Warsono mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut secara berkelanjutan,bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia bukan berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk barang yang dapat langsung dimanfaatkan.

“Harapan kami kepada pemerintah Kota Sungai penuh,kerja sama ini tidak hanya berhenti di satu kegiatan saja. Ini adalah langkah awal dari kolaborasi jangka panjang.

Kebijakan pembangunan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kami percaya Sungai Penuh akan terus menjadi sentra produksi padi terbesar di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Sungai Penuh optimis dapat menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
(Eni Syamsir)

Penulis : Eni Syamsir

Editor : Vendra

Sumber Berita: Inbrita.com

Berita Terkait

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat
Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan
Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan
OJK Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar Modal Indonesia
Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru
IHSG Anjlok 11,57 Persen, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia
Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:00 WIB

OJK Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Stabil, Simak Daftar Harga Terbaru

Berita Terbaru

BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mengalami keterlambatan di sejumlah wilayah Indonesia.(Foto : TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Nasional

Jadwal Musim Hujan 2026/2027, BMKG Ungkap Prediksi Terbaru

Senin, 19 Okt 2026 - 19:00 WIB

Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah tekanan pasar domestik dan ketegangan geopolitik global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Domestik dan Global Meningkat

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.035 per dolar AS seiring tekanan pasar global dan kenaikan harga minyak.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Jadi Sorotan

Senin, 19 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin, 19 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tertinggi, Simak Prediksi Emas Sepekan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:00 WIB

Sekda Alpian memimpin Apel Kerja Senin sekaligus mencanangkan Core Values ASN BerAKHLAK di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh.(foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Sekda Alpian Tekankan Disiplin ASN Lewat BerAKHLAK

Senin, 19 Okt 2026 - 11:00 WIB