Bogor, Britakini.com – Desa Benteng di Kecamatan Ciampea, Jawa Barat, kini berkembang menjadi destinasi wisata berbasis potensi lokal. Dulu, orang belum banyak mengenal desa di kaki Gunung Kapur ini.
Warga mengelola wilayah seluas 248,5 hektare, termasuk 82 hektare sawah, sebagai lahan pertanian produktif. Pengelolaan ini mendorong kemandirian ekonomi desa.
Masyarakat memadukan sektor pertanian dengan wisata edukasi. Upaya tersebut membawa Desa Benteng meraih berbagai prestasi, termasuk masuk lima besar Anugerah Desa BRILian 2022.
Wahyu Syarief Hidayat memimpin pengembangan desa wisata dengan konsep edu-agrotourism. Ia mengajak masyarakat dan pengunjung belajar pertanian melalui pengalaman langsung.
Perjalanan Wahyu Membangun Desa
Wahyu sebelumnya berdagang pakaian di Pasar Leuwiliang. Perubahan tren ke penjualan online membuat usahanya berhenti pada 2018.
Setelah itu, ia bergabung membangun desa. Masyarakat kemudian mempercayainya memimpin BUMDes dan menggerakkan warga.
Kelompok tani mengembangkan Kampung Cassava sebagai wisata unggulan. Mereka mengolah singkong menjadi tepung mokaf untuk meningkatkan nilai jual.
Petani juga membudidayakan jambu kristal. Pengunjung dapat belajar menanam hingga memetik buah langsung dari kebun.
Dampak pada UMKM Lokal
Kunjungan wisatawan mendorong pertumbuhan UMKM. Usaha seperti Rumah Kedelai Pak Mien dan Batik Ciwitan berkembang pesat.
Pelaku usaha menerima pesanan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Peran Program Desa BRILian
Desa Benteng mengikuti Program Desa BRILian sejak 2020. Program ini membantu warga meningkatkan manajemen dan pengelolaan potensi desa.
Konsistensi tersebut mengantarkan Desa Benteng meraih penghargaan pada 2022.
Pada 2023, desa ini menerima hibah Rp1 miliar. Warga dan pemerintah desa menyusun rencana penggunaan dana secara bersama.
Mereka menggunakan dana tersebut untuk membangun infrastruktur wisata, memperkuat UMKM, dan mengembangkan sektor pertanian.
Pengembangan Wisata Tematik
Setiap wilayah mengembangkan konsep wisata tematik. Kampung Hidroponik, Kampung Cassava, dan Kampung Ramah Lingkungan menjadi daya tarik utama.
Pengelola terus memperbaiki fasilitas wisata untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Jumlah wisatawan meningkat signifikan, terutama saat akhir pekan. Petani kini menjual hasil panen langsung kepada pengunjung.
Kondisi ini memberi keuntungan lebih besar bagi masyarakat.
Prestasi dan Pengakuan
Desa Benteng meraih berbagai penghargaan. Pada 2022, desa ini menjadi desa mandiri pertama di Kecamatan Ciampea.
Selanjutnya, Desa Benteng masuk 500 besar ADWI 2024 dan meraih penghargaan Desa Sejahtera pada 2025.
Program desa wisata meningkatkan pendapatan masyarakat. BUMDes membuka peluang usaha baru bagi warga.
Pelaku UMKM juga merasakan manfaat dari peningkatan kunjungan dan penjualan produk.
Desa Benteng terus mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Program Desa BRILian memperkuat peran desa sebagai penggerak ekonomi.
Hingga 2025, ribuan desa di seluruh Indonesia telah menerima pembinaan serupa. (Ven*)









