25 Beras Fortifikasi Bermasalah, Harga Capai Rp57.600

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).(Foto : www.liputan6.com)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).(Foto : www.liputan6.com)

Jakarta, Britakini.comPemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar (TMS). Pemerintah menemukan masalah tersebut setelah menguji produk di empat laboratorium.

Hasil uji menunjukkan dugaan perbedaan antara kandungan beras dan informasi pada kemasan. Padahal, produsen menjual produk tersebut sebagai beras fortifikasi.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan temuan itu dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).

Pemerintah Temukan Masalah Beras Fortifikasi

Amran mengatakan pemerintah memeriksa produk beras fortifikasi di empat laboratorium kredibel. Pemerintah kemudian membandingkan hasil pemeriksaan dengan informasi pada label.

Hasil pemeriksaan menunjukkan dugaan ketidaksesuaian kandungan produk dengan label. Karena itu, pemerintah memasukkan 25 produk tersebut dalam daftar beras yang tidak memenuhi standar.

“Ternyata ada dugaan beralih dari premium ke fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada 4 lab, kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” ujar Amran.

Menurut Amran, produsen harus memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi produk. Sebab, konsumen mengandalkan informasi pada kemasan saat membeli beras.

Baca Juga :  Serangan Rudal Iran Picu Sirene Peringatan di Israel

Harga Beras Fortifikasi Tembus Rp57.600

Selain kandungan, pemerintah juga menyoroti harga jual beras fortifikasi. Amran mengatakan sejumlah produk memiliki harga jauh di atas harga wajar.

“Harusnya harganya Rp13.500, tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kilogram,” kata Amran.

Pemerintah mencatat beras berinisial WFO memiliki harga jual tertinggi, yakni Rp57.600 per kilogram. Sementara itu, harga wajarnya mencapai Rp13.500 per kilogram.

Dengan demikian, terdapat selisih harga Rp44.100 per kilogram.

Pemerintah juga mencatat beras WFR dijual Rp42.500 per kilogram, sedangkan harga wajarnya Rp13.500 per kilogram. Selanjutnya, beras WJK dijual Rp33.800 per kilogram dengan harga wajar Rp14.900 per kilogram.

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat rata-rata harga jual 25 produk mencapai Rp23.385 per kilogram. Sementara itu, rata-rata harga wajarnya hanya Rp13.689 per kilogram.

Dengan angka tersebut, rata-rata selisih harga mencapai Rp9.695 per kilogram.

Beras Fortifikasi Menyasar Kelompok Rentan

Amran menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan program fortifikasi untuk membantu kelompok yang membutuhkan tambahan asupan gizi.

Program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, masyarakat miskin, serta kelompok yang membutuhkan penanganan stunting.

Baca Juga :  Kapal Induk AS Dekati Iran, Ketegangan Memuncak

Namun, harga yang terlalu tinggi dapat menghambat tujuan program tersebut.

“Ini menyusahkan konsumen kita. Tujuan fortifikasi adalah untuk ibu hamil menyusui dengan stunting dan orang miskin. Jadi tujuan dari kita tidak tercapai,” tegas Amran.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga harga beras fortifikasi tetap terjangkau. Pemerintah juga harus memastikan produsen mencantumkan informasi yang sesuai dengan kandungan produk.

Daftar 25 Beras Fortifikasi

Dalam konferensi pers, pemerintah menampilkan 25 produk menggunakan inisial. Pemerintah tidak menyebutkan nama merek secara lengkap.

Berikut daftar 25 inisial beras fortifikasi yang ditampilkan:

  1. WFO
  2. WFR
  3. TKS
  4. IMF
  5. NUR
  6. TKL
  7. HOK
  8. BRV
  9. IMR
  10. IHJ
  11. IAK
  12. PBK
  13. GNB
  14. DTR
  15. TKR
  16. WJK
  17. PLK
  18. MKY
  19. IMC
  20. PTK
  21. ARP
  22. ARN
  23. SKM
  24. GNM
  25. TAR

Pemerintah menggunakan inisial tersebut dalam pemaparan resmi. Oleh sebab itu, daftar di atas mengikuti identifikasi yang Amran sampaikan dalam konferensi pers.

Temuan ini mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap produk pangan. Langkah tersebut penting untuk melindungi konsumen dan memastikan program beras fortifikasi mencapai tujuan. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Cek Lengkap
Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000
Rupiah Melemah 58 Poin, Investor Menanti Keputusan The Fed
Harga Emas Pegadaian Minggu Naik, Antam Tembus Rp2,64 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini Tetap Rp2,6 Juta
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp20.000, Ini Pemicunya
Harga Emas Antam Naik, Buyback Jadi Rp2,45 Juta
Harga Perak Antam Turun, Ini Harga Terbarunya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:00 WIB

25 Beras Fortifikasi Bermasalah, Harga Capai Rp57.600

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Cek Lengkap

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000

Minggu, 13 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu Naik, Antam Tembus Rp2,64 Juta

Minggu, 13 September 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tetap Rp2,6 Juta

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).(Foto : www.liputan6.com)

Ekonomi

25 Beras Fortifikasi Bermasalah, Harga Capai Rp57.600

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam turun pada Selasa (15/9/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Cek Lengkap

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:00 WIB

Guru PPPK berpeluang beralih menjadi ASN pusat dan mengikuti seleksi PNS pada 2027.

Jambi

Guru PPPK Dapat Kabar Besar, Berpeluang Jadi PNS

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam dan buyback Selasa 15 September 2026.(Foto : KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:00 WIB

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda.(Foto : liputan6.com)

Nasional

SAR Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda

Senin, 14 Sep 2026 - 23:00 WIB