Jakarta, Britakini.com – Harga Pertamax berpotensi mencapai Rp20.000 per liter jika harga minyak mentah dunia terus naik. Kenaikan minyak terjadi di tengah konflik yang memanas di kawasan Selat Hormuz.
Pada perdagangan Kamis, 10 September 2026, harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent bahkan sempat menembus US$108 per barel.
Pada hari yang sama, harga Brent ditutup di level US$107,63 per barel. Harga tersebut naik 6,34% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan. Pada perdagangan Kamis, 10 September 2026, WTI sempat menembus US$103 per barel.
WTI kemudian mengakhiri perdagangan di level US$102,48 per barel. Harga tersebut naik 6,69% pada perdagangan Kamis tersebut.
Kenaikan itu membawa harga penutupan Brent dan WTI ke level tertinggi sejak 19 Mei 2026. Kedua harga minyak tersebut juga mencatat lonjakan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan terhadap harga BBM di Indonesia. Kondisi tersebut terutama berpotensi memengaruhi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyebut harga Pertamax bisa berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter apabila harga minyak dunia belum menunjukkan penurunan.
Saat ini, Pertamina menjual Pertamax dengan harga Rp15.950 per liter di wilayah Jabodetabek. Harga tersebut berlaku pada September 2026.
Dengan demikian, angka US$107,63 untuk Brent dan US$102,48 untuk WTI dalam artikel ini merujuk pada harga penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026, bukan harga rata-rata sepanjang September.
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: detik.com









