Jakarta, Britakini.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan sedang hingga lebat akan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026. BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di beberapa daerah.
BMKG menyampaikan prakiraan tersebut melalui rilis dan unggahan resminya pada Selasa (25/8/2026). Meski musim kemarau terus meluas, masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat di sejumlah wilayah.
Kemarau Meluas hingga 79,9 Persen Wilayah
BMKG mencatat cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Pengaruh El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif ikut memperkuat kondisi tersebut.
Berdasarkan analisis dasarian II Agustus 2026, musim kemarau kini mencakup 79,9 persen wilayah Indonesia atau 559 Zona Musim (ZOM). Sebagian besar wilayah juga mengalami curah hujan rendah dengan sifat hujan di bawah normal.
Kondisi kering tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat perlu menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
BMKG Deteksi 868 Titik Panas
BMKG memantau 868 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi melalui citra satelit Himawari-9 pada Minggu (23/8/2026). Titik panas tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Maluku.
Selain titik panas, BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Pola angin kemudian membawa sebagian asap menuju wilayah di sekitarnya.
Namun, kondisi kering tidak selalu menghilangkan peluang hujan. Dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, BMKG tetap memperkirakan beberapa daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sembilan Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada Rabu (26/8/2026). Berikut wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Kalimantan Utara
- Papua
Selain hujan, BMKG juga memperkirakan angin kencang di beberapa wilayah. Potensi tersebut mencakup Banten, Kalimantan Barat, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Hujan Lokal Bisa Disertai Petir
BMKG mengingatkan masyarakat bahwa hujan lokal dapat muncul bersama petir dan angin kencang. Cuaca tersebut dapat menyebabkan pohon tumbang, dahan patah, baliho roboh, hingga genangan.
Petir juga dapat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, warga sebaiknya segera mencari tempat aman ketika hujan deras, petir, atau angin kencang mulai terjadi.
Masyarakat juga perlu menghindari pohon besar, papan reklame, dan bangunan yang berpotensi roboh saat angin kencang melanda.
BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla
Di tengah cuaca panas dan kering, masyarakat perlu melindungi diri dari paparan sinar matahari. Warga juga harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan.
BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut terutama berlaku di kawasan yang mudah terbakar, seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
Jika menemukan indikasi titik api, masyarakat perlu segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Langkah cepat dapat membantu mencegah api meluas dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar.
Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah, masyarakat perlu mengikuti informasi dan peringatan cuaca terbaru dari BMKG. Kewaspadaan menjadi penting agar warga dapat menghadapi cuaca panas, hujan lebat, angin kencang, dan potensi karhutla dengan lebih aman. ( Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: kompas.com









