Jakarta, Britakini.com – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan investasi Federal Land Development Authority (Felda) di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).
Anwar mengungkapkan potensi kerugian investasi tersebut mencapai RM 2,5 miliar. Dengan asumsi kurs Rp 4.300 per ringgit, nilai kerugian itu setara sekitar Rp 10,75 triliun.
Pemerintah Malaysia kini berusaha menyelamatkan dana yang masih tersisa. Anwar memperkirakan pemerintah hanya dapat memulihkan sekitar RM 200 juta dari investasi tersebut.
Kirim Surat kepada Prabowo
Anwar menyebut proses hukum terkait investasi Felda di EHP masih berlangsung di Indonesia. Karena itu, ia mengambil langkah diplomatik dengan mengirim surat kepada Presiden Prabowo.
Anwar meminta Prabowo meninjau persoalan tersebut dan membantu mencari jalan keluar melalui mekanisme yang berlaku.
“Investasi ini sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau meninjau masalah ini,” kata Anwar, dikutip dari The Star, Senin (24/8/2026).
Felda merupakan badan pemerintah Malaysia yang mengelola pembangunan serta pengembangan lahan pertanian. Lembaga ini juga menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Felda Kucurkan US$ 505,4 Juta
Felda melalui FIC Properties Sdn Bhd membeli saham EHP di Indonesia pada Desember 2016. Dalam transaksi tersebut, Felda mengeluarkan dana sebesar US$ 505,4 juta.
Keputusan pembelian itu kemudian mendapat sorotan. Sejumlah pihak menilai Felda membeli saham EHP dengan harga yang terlalu tinggi dibandingkan nilai pasar saat itu.
Harga saham EHP juga mengalami tekanan setelah transaksi. Kondisi tersebut akhirnya memperbesar persoalan keuangan yang harus Felda hadapi.
Pemerintah Malaysia kemudian mencari berbagai cara untuk mengurangi dampak kerugian sekaligus menyelamatkan aset yang masih memiliki nilai.
Anwar Dorong Manajemen Felda Bertindak
Anwar sengaja mengungkapkan besarnya potensi kerugian agar seluruh manajemen Felda memahami beratnya persoalan yang mereka hadapi.
Ia meminta para manajer tetap bekerja dan tidak menyerah. Menurut Anwar, manajemen harus menghadapi setiap persoalan secara langsung dan mencari solusi yang tepat.
“Yang ingin saya tekankan adalah seluruh manajer Felda harus benar-benar memahami masalah ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan,” ujarnya.
Anwar juga mendorong manajemen memperbaiki sistem pengelolaan Felda. Langkah tersebut penting agar lembaga itu dapat kembali menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal.
Pemerintah Perkuat Tata Kelola Felda
Selain menyelesaikan persoalan investasi EHP, pemerintah Malaysia terus mempercepat berbagai proyek yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Anwar memastikan pemerintah tidak akan menunda proyek-proyek dasar hanya karena harus menunggu alokasi anggaran tahun depan.
Pemerintah juga memperkuat tata kelola, integritas, dan akuntabilitas di lingkungan Felda. Anwar menegaskan kebijakan tersebut tidak bertujuan mencari atau menyalahkan pihak tertentu.
Sebaliknya, pemerintah ingin memperbaiki sistem dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Felda. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu Felda mengatasi persoalan keuangan sekaligus memperkuat perannya bagi masyarakat Malaysia. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: detik.com









