Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan ISPA.(Foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan ISPA.(Foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, Britakini.com — Masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan perlu mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap. Asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gangguan kesehatan.

Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika menghirup udara yang tercemar.

Kabut asap dari kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan juga dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Karena itu, masyarakat perlu membatasi paparan asap, terutama ketika kondisi udara semakin buruk.

Apa Itu ISPA?

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi tersebut dapat menyerang bagian atas, seperti hidung, sinus, tenggorokan, dan laring.

Selain itu, infeksi juga dapat menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Bagian tersebut mencakup bronkus dan paru-paru.

Virus dan bakteri dapat menyebabkan ISPA. Virus influenza menjadi salah satu penyebabnya. Beberapa bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus, juga dapat memicu infeksi.

Kabut asap tidak selalu menyebabkan ISPA secara langsung. Namun, partikel asap dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk keluhan pernapasan yang sudah ada.

Baca Juga :  Kapan Wajib Zakat Emas dan Cara Hitungnya Lengkap

Kenali Gejala ISPA Akibat Kabut Asap

Masyarakat perlu mengenali gejala gangguan pernapasan sejak awal. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Bersin, pilek, dan hidung tersumbat.
  • Batuk dan nyeri tenggorokan.
  • Suara menjadi serak.
  • Nyeri pada bagian dada.
  • Demam.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Nyeri otot.
  • Napas menjadi lebih cepat.

Pada kasus pneumonia, penderita dapat mengalami batuk, demam, dan sesak napas. Penderita juga dapat menunjukkan napas yang lebih cepat dari biasanya.

Jika gejala terus memburuk, masyarakat sebaiknya tidak menunda pemeriksaan medis.

Batasi Paparan Kabut Asap

Masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan pernapasan dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Hindari aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.

Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel udara. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat agar asap tidak mudah masuk.

Di dalam rumah, tutup pintu dan jendela ketika kualitas udara luar memburuk. Masyarakat juga dapat menggunakan alat penyaring udara jika tersedia.

Baca Juga :  Khasiat Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh Alami

Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dan istirahat yang cukup. Minuman hangat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Namun, minuman tersebut tidak menggantikan pengobatan dari tenaga medis.

Segera Periksa Jika Gejala Memburuk

Masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis ketika gejala semakin berat. Beberapa tanda bahaya yang harus diperhatikan meliputi:

  • Demam yang tidak kunjung membaik.
  • Menggigil.
  • Batuk yang semakin parah.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Napas berbunyi seperti mengi.
  • Tubuh terasa sangat lemas.
  • Muntah berulang.
  • Penurunan kesadaran.

Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami kesulitan bernapas atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.

Kabut asap dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengurangi paparan asap, mengenali gejala ISPA akibat kabut asap, dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi semakin parah. (Ven*)

Berita Terkait

Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din
Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami
Panduan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Benar
Telur Omega-3 dan Kolesterol Ini Fakta Sebenarnya
Hindari 8 Minuman Ini Saat Pagi Perut Kosong
Minuman Manis Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal
Cara Alami Efektif Menurunkan Kolesterol Secara Aman
Manfaat Vitamin D untuk Imunitas Tubuh dan Suplemennya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:00 WIB

Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:00 WIB

Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami

Senin, 15 Juni 2026 - 21:00 WIB

Panduan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Benar

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Telur Omega-3 dan Kolesterol Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Investasi Felda Terancam Rugi Rp10 Triliun, Anwar Bertindak

Senin, 24 Agu 2026 - 23:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Hari Ini Menguat, Investor Pantau Harga Minyak

Senin, 24 Agu 2026 - 21:00 WIB

Harga emas Antam kembali naik Rp15.000 menjadi Rp2.740.000 per gram pada Sabtu (22/8/2026).(Ilustrasi Foto: Andhika Prasetia/detik.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tembus Rp2,74 Juta, Ini Rinciannya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 15:00 WIB

Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan di Jakarta.(Foto: Ilyas Fadilah/detikcom)

Nasional

Pertalite Dibatasi, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 01:00 WIB

Investor asing kembali membeli saham BBRI saat IHSG menguat 0,52% pada sesi I perdagangan Jumat (21/8/2026).(Foto: Ari Saputra/detikFoto)

Ekonomi

IHSG Menguat, Asing Borong Lima Saham Unggulan RI

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:00 WIB