Jakarta, Britakini.com – Presiden Prabowo Subianto merombak kabinet dan langsung melantik enam pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Ia memimpin prosesi pelantikan sekaligus mengambil sumpah jabatan para pejabat tersebut.
Prabowo menunjuk enam tokoh untuk mengisi posisi strategis di kementerian dan lembaga pemerintahan sebagai bagian dari penyegaran kabinet.
Enam Nama Isi Posisi Strategis Pemerintahan
Prabowo menetapkan jabatan baru bagi enam tokoh berikut:
- Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
- Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
- Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
- Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia
Jumhur Perkuat Isu Lingkungan dari Latar Aktivis
Mohammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada Februari 1968. Ia aktif memimpin gerakan mahasiswa saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung.
Ia melanjutkan studi di Universitas Nasional dan meraih gelar Magister Sosiologi dari Universitas Indonesia pada 2013. Sejak akhir 1980-an, ia aktif dalam gerakan sosial dan perjuangan buruh.
Jumhur mendirikan serta memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Pemerintah kemudian menunjuknya sebagai Kepala BNP2TKI pada 2007, dengan fokus melindungi tenaga kerja Indonesia dan memberantas perdagangan manusia.
Hanif Bawa Pengalaman Panjang di Sektor Kehutanan
Hanif Faisol Nurofiq lahir di Bojonegoro pada 21 Maret 1971. Ia menyelesaikan pendidikan kehutanan hingga meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya.
Ia memulai karier sebagai staf kehutanan pada 1993 dan terus menapaki berbagai jabatan penting. Ia pernah memimpin Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan pada 2016 dan menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan pada 2023.
Pemerintah sempat mempercayainya sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 2024 sebelum kini menugaskannya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Dudung Perkuat Istana dengan Latar Militer
Dudung Abdurachman lahir di Bandung pada 19 November 1965 dan lulus dari Akademi Militer tahun 1988.
Ia membangun karier militer hingga menduduki posisi strategis, mulai dari Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga Kepala Staf Angkatan Darat periode 2021–2023. Ia juga meraih gelar doktor Manajemen Strategis dari Universitas Trisakti pada 2023.
Setelah memasuki pemerintahan sipil, ia menjadi penasihat presiden bidang pertahanan dan kini memimpin Kantor Staf Kepresidenan.
Qodari Kendalikan Strategi Komunikasi Pemerintah
Muhammad Qodari lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973. Ia dikenal sebagai pengamat politik dan peneliti yang aktif mengulas isu-isu nasional.
Kini, ia memimpin Badan Komunikasi Pemerintah dan bertanggung jawab menyusun serta mengelola strategi komunikasi pemerintah.
Hasan Nasbi Perkuat Komunikasi Politik Presiden
Hasan Nasbi mendirikan Cyrus Network dan berkarier sebagai konsultan politik. Ia aktif dalam berbagai kontestasi politik nasional.
Ia mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019, lalu beralih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Sebelum pelantikan ini, ia menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Kini, ia bertugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Kading Pimpin Badan Karantina dengan Pengalaman Politik
Abdul Kadir Kading lahir pada 25 Maret 1973 dan menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro.
Ia berkarier sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak 2009 hingga 2024 dan pernah memimpin Komisi VIII. Ia juga sempat menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2024–2025.
Kini, ia memimpin Badan Karantina Indonesia dan mengawasi sistem karantina nasional. (Ven*)









