Teheran, Britakini.com – Iran dan Amerika Serikat (AS) saling berlomba menemukan awak jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah Iran pada Sabtu (4/4/2026).
Media AS melaporkan bahwa pasukan khusus Amerika berhasil menyelamatkan satu dari dua awak pesawat. Tim pencari masih memburu satu awak lainnya.
Klaim Iran Tembak Jatuh Pesawat AS
Militer Iran menyatakan telah menembak jatuh pesawat serang darat A-10 milik AS di kawasan Teluk. Media AS memastikan pilot pesawat tersebut selamat.
Juru bicara komando operasional pusat militer Iran menegaskan bahwa Angkatan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC) menggunakan sistem pertahanan udara canggih untuk menghancurkan jet tempur AS.
“Pasukan kami menghantam dan menghancurkan jet tempur musuh di wilayah udara Iran tengah dengan sistem pertahanan canggih,” ujarnya, mengutip AFP.
Ia menegaskan bahwa jet itu hancur total. Tim militer kini terus melanjutkan pencarian di lokasi kejadian.
Tawaran Imbalan untuk Menangkap Awak Pesawat
Pemerintah Iran melalui televisi nasional menawarkan imbalan kepada siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat dalam kondisi hidup.
Reporter lokal menyebut bahwa pihak berwenang siap memberikan hadiah berharga bagi warga yang membantu menangkap kru tersebut.
Alasan Kedua Pihak Berpacu Cepat
Iran dan AS bergerak cepat karena penangkapan awak pesawat dapat memicu dampak besar, baik secara militer maupun diplomatik.
Laporan Firstpost (3/4/2026) menyebut bahwa negara biasanya merespons keras jika pihak lawan menangkap personel militernya. Situasi seperti ini juga sering memperburuk hubungan diplomatik.
Iran dapat memanfaatkan pilot yang tertangkap sebagai alat tawar dalam negosiasi. Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memengaruhi proses negosiasi.
“Tidak, sama sekali tidak. Ini perang,” kata Trump kepada NBC.
Efektivitas Pertahanan Udara Iran Disorot
Klaim Iran tentang keberhasilan menembak jatuh jet tempur canggih AS memicu perdebatan internasional.
Sejumlah pihak meragukan efektivitas sistem pertahanan udara Iran. Meski begitu, Iran terus menunjukkan kepercayaan diri dalam menghadapi teknologi militer modern.
Riwayat Jatuhnya Jet Tempur AS
Militer AS sebelumnya mengakui beberapa insiden jatuhnya pesawat dalam operasi di Timur Tengah. Insiden itu mencakup jatuhnya pesawat tanker di Irak dan tiga jet tempur F-15 akibat tembakan kawan sendiri dari Kuwait.
Pensiunan brigadir jenderal AS, Houston Cantwell, menjelaskan bahwa pilot tempur selalu mengutamakan keselamatan saat berada di wilayah musuh.
“Saya akan bersembunyi agar tidak tertangkap,” ujarnya kepada AFP.
Sindiran Iran ke Pemerintahan Trump
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, menyindir pemerintahan Trump melalui media sosial X.
Ia menulis bahwa perang tanpa strategi kini berubah dari ambisi besar menjadi sekadar pencarian pilot yang hilang.
“Wow, kemajuan yang luar biasa. Benar-benar jenius,” sindirnya.
(Ven*)









