Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global dan Harga Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah dipicu sentimen global dan tekanan harga minyak di tengah konflik geopolitik.

Rupiah melemah dipicu sentimen global dan tekanan harga minyak di tengah konflik geopolitik.

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan bergerak melemah ke kisaran Rp16.980–Rp17.020 per dolar AS pada Kamis (2/4/2026).

Pada perdagangan Rabu (1/4/2026), rupiah menguat 0,34% dan ditutup di level Rp16.983 per dolar AS. Penguatan ini terjadi karena indeks dolar AS turun 0,31% ke posisi 99,64.

Mata Uang Asia Bergerak Variatif

Sejumlah mata uang Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang, dolar Hong Kong, dolar Singapura, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan menguat. Peso Filipina, yuan China, ringgit Malaysia, dan baht Thailand juga ikut naik terhadap dolar AS.

Namun, pada awal perdagangan Kamis, mayoritas mata uang Asia justru melemah, termasuk yen Jepang, won Korea Selatan, yuan China, dan baht Thailand.

Sentimen Global Tekan Rupiah

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan pasar merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang penarikan diri dari konflik dalam dua hingga tiga minggu.

Baca Juga :  Hari Perempuan Internasional 2026 Dorong Kesetaraan Gender

Trump juga menilai Iran tidak perlu membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Bahkan, laporan Wall Street Journal menyebut Trump siap menghentikan kampanye militer AS terhadap Iran, meski Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan mengakhiri perang, tetapi tetap mengajukan syarat utama. Pernyataan ini memicu harapan negosiasi, meski belum memberi kepastian.

Selat Hormuz Tekan Harga Minyak

Pelaku pasar menimbang harapan damai dan risiko gangguan pasokan energi. Aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz turun drastis, padahal jalur ini menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Kondisi ini menahan harga minyak tetap tinggi dan membuat pelaku pasar bergerak lebih hati-hati.

Surplus Perdagangan Tetap Kuat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$1,27 miliar pada Februari 2026. Indonesia melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Baca Juga :  Iran Buka Lagi Wilayah Udara Usai Penutupan

Indonesia mengandalkan sektor nonmigas yang menyumbang surplus US$2,19 miliar, terutama dari komoditas lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Nilai ekspor mencapai US$22,17 miliar atau naik 1,01% (yoy), sedangkan impor meningkat 10,85% menjadi US$20,89 miliar.

Manufaktur Melambat, Masih Ekspansi

S&P Global melaporkan indeks PMI manufaktur Indonesia turun ke 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada bulan sebelumnya.

Meski melambat, indeks ini masih berada di zona ekspansi, sehingga aktivitas industri tetap tumbuh.

Pergerakan Rupiah Hari Ini

Pada pembukaan perdagangan Kamis, rupiah langsung melemah tipis. Rupiah turun 2 poin ke Rp16.985 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,24% ke 99,89.

Hingga pukul 14.36 WIB, rupiah bergerak di level Rp16.995 per dolar AS, yang menunjukkan tekanan masih terbatas.

(Ven*)

Berita Terkait

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Iran Tembus Blokade Laut AS dengan 52 Kapal
Rusia Dukung Iran, Putin Soroti Keberanian Rakyatnya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:00 WIB

Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa memimpin rapat kerja gabungan pembahasan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Humas Dprd Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Anggaran APBD 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Pemkot dan DPRD Sungai Penuh Sepakati KUA PPAS 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Wali Kota Alfin Tinjau Progres Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

Sungai Penuh

SMPN 8 Sungai Penuh Dukung Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB