Iran Ungkap Dugaan Serangan Siber AS ke Jaringan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi serangan siber yang menggambarkan dugaan penggunaan backdoor dan botnet untuk melumpuhkan jaringan

Ilustrasi serangan siber yang menggambarkan dugaan penggunaan backdoor dan botnet untuk melumpuhkan jaringan

Jakarta, Britakini.com — Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat memakai backdoor atau botnet tersembunyi untuk melumpuhkan jaringan nasional. Iran menyebut insiden itu terjadi saat serangan militer berlangsung.

Media pemerintah Iran menyoroti gangguan perangkat dari Cisco, Juniper Networks, Fortinet, dan MikroTik. Perangkat penting itu tiba-tiba mati atau terputus pada momen krusial.

Fars News Agency dan Entekhab melaporkan bahwa Teheran menilai gangguan ini sebagai sabotase, bukan kesalahan teknis. Gangguan muncul saat Iran memutus sebagian besar akses internet global.

Baca Juga :  Ronaldo Diduga Ucap Bismillah Sebelum Cetak Gol

Dua dugaan utama

Bom waktu firmware
Pakar menduga pelaku menyisipkan kode berbahaya ke dalam firmware sejak awal, lalu mengaktifkannya pada waktu tertentu.

Botnet rahasia
Pakar juga menduga botnet telah lama bersarang dan langsung aktif saat serangan dimulai.

Pihak luar belum dapat memverifikasi klaim ini karena pemadaman internet menghambat investigasi.

NetBlocks mencatat gangguan internet di Iran sudah memasuki hari ke-50. Al Jazeera melaporkan pemerintah hanya membuka akses terbatas melalui “Internet Pro” dan “SIM putih”.

Baca Juga :  Putin Kutuk Serangan Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

Kecurigaan Iran mengacu pada riwayat celah keamanan:

  • Edward Snowden membocorkan dokumen NSA yang menunjukkan praktik penyadapan perangkat Cisco.
  • Juniper Networks: Perusahaan menemukan kode ilegal di ScreenOS pada 2015.
  • Fortinet & MikroTik: Keduanya pernah menghadapi isu celah keamanan dan penyalahgunaan botnet.

Tiongkok memanfaatkan isu ini untuk menyerang narasi Washington sebagai “kekuatan backdoor”.

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberi tanggapan resmi. Namun sebelumnya, Washington telah mengakui operasi siber bernama Operation Epic Fury. (Ven*)

Berita Terkait

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka
Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Jumat, 25 September 2026 - 00:00 WIB

Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB