Investor Rela Bayar Mahal Pelajari Teknologi China

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investor dan pelaku bisnis mengunjungi fasilitas teknologi di China untuk melihat perkembangan industri secara langsung.(Foto : AI Generated Image (ChatGPT)

Investor dan pelaku bisnis mengunjungi fasilitas teknologi di China untuk melihat perkembangan industri secara langsung.(Foto : AI Generated Image (ChatGPT)

Jakarta, Britakini.com – China kini tidak hanya menarik wisatawan. Negara tersebut juga menarik perhatian investor, pengusaha, dan eksekutif yang ingin melihat langsung perkembangan teknologi.

Baiguan, perusahaan riset asal Shanghai, China, menangkap peluang tersebut. Perusahaan ini menawarkan program tur teknologi selama lima hari.

Peserta harus membayar hingga 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 264 juta. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 17.600 per dollar AS.

Baiguan menyasar investor, pelaku bisnis, dan pimpinan perusahaan yang ingin mempelajari perkembangan teknologi China secara langsung.

CEO Baiguan Robert Wu mengatakan, minat terhadap perkembangan teknologi China terus meningkat.

“Orang-orang kini melihat China sebagai objek menarik untuk dipelajari, sebuah tren baru yang belum pernah ada beberapa tahun lalu,” kata Wu.

Peserta Kunjungi Perusahaan Teknologi

Baiguan tidak sekadar mengajak peserta berwisata. Perusahaan tersebut membawa peserta mengunjungi berbagai perusahaan dan pusat industri.

Peserta dapat melihat langsung perkembangan teknologi China di lokasi tersebut.

Rute perjalanan biasanya mencakup Beijing, Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, dan Hefei. Kota-kota tersebut menjadi pusat penting bagi industri dan teknologi China.

Peserta juga dapat mempelajari berbagai sektor teknologi. Mereka antara lain melihat perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), baterai, kecerdasan buatan (AI), dan robotika.

Baiguan telah membawa lebih dari 24 investor, pengusaha, dan eksekutif dalam dua tur yang mereka gelar.

Sekitar separuh peserta berasal dari Asia Tenggara.

Salah satu peserta, CEO Global Shipping Business Network Bertrand Chen, menilai kunjungan langsung ke pabrik memberikan pengalaman penting bagi pelaku bisnis.

Baca Juga :  Pakistan: Lukai 35 Orang ,8 Tewas Serangan Rudal India

Menurut Chen, pelaku bisnis sulit memahami skala dan kecepatan perkembangan teknologi China jika hanya melihatnya dari luar.

Kunjungan langsung membuat peserta dapat melihat proses pengembangan teknologi secara lebih nyata.

Minat Tur Teknologi China Meningkat

Baiguan bukan satu-satunya perusahaan yang memanfaatkan tren tersebut.

Glopen, perusahaan tur teknologi asal Shanghai, juga mencatat peningkatan permintaan.

Glopen menyebut permintaan terhadap tur teknologi di China naik 50 persen sepanjang 2026.

Saat ini, Glopen menggelar lebih dari 100 tur perusahaan setiap bulan. Perusahaan tersebut biasanya mengemas tur dalam format kunjungan satu hari.

Sebagian besar pelanggan Glopen berasal dari Eropa dan Singapura.

Investor keturunan China-Amerika, Rui Ma, juga menjalankan program serupa melalui platform Tech Buzz China.

Sejak 2019, Ma telah menggelar 11 tur teknologi. Program tersebut membawa peserta mengunjungi sejumlah kota di China untuk melihat perkembangan robotika dan teknologi baru.

Ma menilai kunjungan langsung dapat membantu investor melakukan due diligence. Proses tersebut mencakup pemeriksaan dan penilaian menyeluruh sebelum investor mengambil keputusan bisnis.

Menurut Ma, perusahaan China kini semakin sering muncul sebagai pesaing, mitra bisnis, pemasok, maupun target investasi di berbagai negara.

Karena itu, investor perlu memahami kemampuan perusahaan secara langsung sebelum mengambil keputusan.

Pabrik Xiaomi Jadi Tujuan Pengunjung

Minat terhadap teknologi China tidak hanya datang dari peserta tur khusus investor.

Sejumlah perusahaan teknologi China juga membuka fasilitas mereka bagi masyarakat dan tamu dari luar negeri.

Pabrik mobil listrik Xiaomi di Beijing menjadi salah satu contohnya.

Baca Juga :  Prabowo Dorong Industri Motor Listrik Nasional Indonesia

Fasilitas tersebut telah menerima lebih dari 250.000 pengunjung sejak Maret 2024.

Pemerintah China juga telah menetapkan lebih dari 140 lokasi sebagai situs percontohan wisata industri.

Beberapa pabrik bahkan menawarkan program kunjungan bagi masyarakat umum. Biayanya mencapai sekitar 60 dollar AS atau sekitar Rp 1 juta.

Pengunjung dapat melihat langsung proses pengembangan dan produksi teknologi melalui program tersebut.

Teknologi China Jadi Perhatian Global

Meningkatnya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa semakin banyak orang ingin memahami perkembangan industri China secara langsung.

Investor dan pelaku bisnis dapat melihat proses produksi, teknologi, serta cara perusahaan mengembangkan produk.

China sendiri telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri teknologi global.

Negara tersebut memiliki industri yang kuat di sektor kendaraan listrik, baterai, kecerdasan buatan, dan robotika.

Perkembangan tersebut membuat perusahaan dan investor dari berbagai negara semakin tertarik mempelajari ekosistem teknologi China.

Investor Minta Publik Tetap Objektif

Meski minat terhadap teknologi China terus meningkat, investor Tech Buzz China Louis Ma meminta publik tetap melihat perkembangan tersebut secara objektif.

Ma mengingatkan agar masyarakat tidak membesar-besarkan kemajuan teknologi China.

“Sebab, di bidang teknologi, perusahaan non-China masih menguasai sebagian besar pangsa pasar global, memiliki kekayaan intelektual (IP) paling maju, dan menghasilkan keuntungan terbesar dari bidang ini,” kata Ma, seperti dikutip KompasTekno dari Reuters.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi China memang semakin menarik perhatian dunia.

Namun, perusahaan dari berbagai negara masih bersaing untuk menguasai industri teknologi global.  (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Indocomtech 2026 Ungkap Tren Teknologi, Esports, Bisnis Digital
Kia Siapkan Harga Carens EV, Tantang Dominasi BYD
Harga Yamaha NMax Terbaru 2026 dan Cicilan Kredit
Honda Genio Terbaru Tampil Makin Stylish dengan Warna Bar
LG Unggulkan Mesin Cuci AI, Kapasitas Besar, dan Inovasi
Toyota Veloz Hybrid Ungguli Innova Zenix pada September
Mobil REEV Tembus 65 Km per Liter BBM
Harga Honda Jazz GE8 Bekas 2026, Cek Kisaran Harganya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Indocomtech 2026 Ungkap Tren Teknologi, Esports, Bisnis Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Kia Siapkan Harga Carens EV, Tantang Dominasi BYD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Harga Yamaha NMax Terbaru 2026 dan Cicilan Kredit

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Honda Genio Terbaru Tampil Makin Stylish dengan Warna Bar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

LG Unggulkan Mesin Cuci AI, Kapasitas Besar, dan Inovasi

Berita Terbaru

 Ilustrasi prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Jambi.

Jambi

BMKG Ungkap Cuaca Jambi Besok, Cek Daerah Terdampak

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:00 WIB

Daftar harga emas perhiasan Raja Emas dan Laku Emas terbaru berdasarkan kadar karat.(Foto : Arun SANKAR / AFP)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Anjlok, Cek Harga Perhiasan

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (31/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:00 WIB

Harga BBM terbaru di sejumlah SPBU Indonesia pada 1 November 2026.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara yield obligasi pemerintah Indonesia terus meningkat. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Ekonomi

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB