Jakarta, Britakini.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tetap stabil pada Minggu (18/10/2026). Antam mempertahankan harga jual emas sebesar Rp 2.572.000 per gram.
Harga tersebut sama dengan harga perdagangan Sabtu (17/10/2026). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, Antam juga mempertahankan harga pembelian kembali atau buyback.
Hari ini, Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp 2.387.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan nilai yang diterima pemilik ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam, sebelum memperhitungkan potongan yang berlaku.
Meski harga emas Antam tidak berubah, pasar tetap berpotensi mengalami pergerakan. Kondisi pasar dan tren harga emas dunia dapat memengaruhi harga emas domestik sewaktu-waktu.
Sebagai catatan, Antam pernah mencatat rekor harga tertinggi pada Kamis (29/1/2026). Saat itu, harga emas mencapai Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback menyentuh Rp 2.989.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, 18 Oktober 2026
Antam menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran. Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan beratnya pada Minggu (18/10/2026).
- 0,5 gram: Rp 1.336.000
- 1 gram: Rp 2.572.000
- 2 gram: Rp 5.094.000
- 3 gram: Rp 7.623.000
- 5 gram: Rp 12.675.000
- 10 gram: Rp 25.270.000
- 25 gram: Rp 63.010.000
- 50 gram: Rp 125.855.000
- 100 gram: Rp 251.560.000
- 250 gram: Rp 628.590.000
- 500 gram: Rp 1.256.900.000
- 1.000 gram: Rp 2.512.600.000
Perhatikan Pajak Saat Membeli dan Menjual Emas Antam
Masyarakat perlu memahami ketentuan pajak sebelum bertransaksi emas Antam. Pemerintah mengatur pajak untuk pembelian maupun penjualan kembali emas batangan.
Saat membeli emas, konsumen membayar PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%. Antam memotong pajak tersebut langsung dari nilai transaksi.
Karena itu, pemilik emas sebaiknya menghitung potongan pajak terlebih dahulu. Langkah ini membantu mereka memperkirakan jumlah uang yang akan diterima saat menjual emas kembali.
Harga Emas Dunia Turun Selama Sepekan
Di pasar internasional, harga emas mengalami penurunan selama sepekan. Investor kini mencermati peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini.
Sejumlah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melampaui perkiraan memicu kekhawatiran pasar. Kondisi tersebut membuat investor kembali mempertimbangkan arah kebijakan moneter AS.
CNBC melaporkan pada Sabtu (17/10/2026) bahwa harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.175,34 per ons pada penutupan perdagangan Jumat.
Namun, kenaikan harian itu belum menghapus penurunan harga selama sepekan. Secara keseluruhan, harga emas dunia masih terkoreksi 0,4%.
Pada perdagangan yang sama, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,7% menjadi US$ 4.198,20 per ons.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai harga emas masih bergerak dalam rentang terbatas. Ia juga melihat harga emas mendekati batas bawah level dukungan.
“Kita masih bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung menuju batas bawah level dukungan. Alasan utamanya adalah masih banyak ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil The Fed,” kata Melek.
Menurut Melek, ketidakpastian kebijakan moneter AS masih membatasi penguatan harga emas. Oleh karena itu, investor terus memantau keputusan The Fed untuk memperkirakan arah pergerakan logam mulia.
Inflasi AS Meningkat, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga
Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi AS. Namun, ia belum memberikan petunjuk yang jelas mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
Data ekonomi terbaru turut meningkatkan kekhawatiran investor. Pada Kamis, AS melaporkan kenaikan harga produsen bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir.
Sehari sebelumnya, data inflasi konsumen menunjukkan percepatan kenaikan harga pada September. Kedua laporan tersebut mendorong pasar untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data inflasi tersebut sebagai sesuatu yang “mengecewakan”.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, juga memperingatkan risiko kenaikan inflasi. Menurutnya, The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga secara lebih agresif jika ekspektasi inflasi masyarakat memburuk secara signifikan.
Sementara itu, perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober. Namun, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%.
Kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas. Investor memang sering menggunakan emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Akan tetapi, emas tidak menghasilkan bunga seperti sejumlah instrumen investasi lainnya.
Ketika suku bunga meningkat, investor dapat mengalihkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil. Perubahan tersebut berpotensi menekan permintaan emas dan membatasi kenaikan harganya.
Capital Economics Prediksi Harga Emas Melemah hingga Akhir 2026
Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan harga emas berpotensi melemah hingga akhir 2026.
“Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan bergerak turun secara bertahap seiring The Fed terus menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya ledakan investasi AI terbukti hanya bersifat sementara,” kata Hussain.
Hussain menilai kebijakan moneter yang lebih ketat dapat menekan harga emas. Selain itu, perubahan sentimen investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan atau AI juga berpotensi memengaruhi pasar.
Meski demikian, pasar emas India menunjukkan perkembangan berbeda. Pada pekan ini, harga emas di India mulai diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan.
Penurunan harga sebelumnya mendorong konsumen India meningkatkan pembelian perhiasan. Peningkatan permintaan tersebut memberikan gambaran berbeda dibandingkan tekanan yang muncul di pasar emas global.
Harga Perak, Platinum, dan Paladium Ikut Menguat
Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan pada perdagangan Jumat. Harga perak naik 0,3% menjadi US$ 57,62 per ons.
Pada saat yang sama, harga platinum menguat 1,1% menjadi US$ 1.643,70 per ons. Sementara itu, harga paladium naik 0,4% ke level US$ 1.130,75 per ons.
Namun, kenaikan harian tersebut belum membalikkan tren mingguan ketiga logam mulia itu. Harga perak, platinum, dan paladium masih berada di jalur penurunan selama sepekan.
Investor kini perlu mencermati perkembangan inflasi AS dan keputusan suku bunga The Fed. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi harga emas dunia dan memberikan tekanan terhadap pergerakan harga emas Antam.
Dengan demikian, kestabilan harga emas Antam pada Minggu (18/10/2026) belum menjamin harga akan bertahan pada level yang sama. Investor dan masyarakat perlu memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual emas. (ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









