Harga BBM Berpotensi Naik Ikuti Tren Minyak Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU sebagai ilustrasi penyesuaian harga BBM

Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU sebagai ilustrasi penyesuaian harga BBM

Jakarta, Britakini.com — Pemerintah berpotensi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 April 2026 pukul 00.00 WIB. Masyarakat perlu bersiap dan menunggu pengumuman resmi pada awal April.

Seperti biasanya, pemerintah menetapkan harga BBM setiap tanggal 1. Karena itu, masyarakat bisa rutin memantau perubahan harga setiap awal bulan. Untuk mengetahui harga terbaru di tiap daerah, masyarakat dapat mengecek langsung melalui laman resmi Pertamina.

Pantau Harga Secara Berkala
Masyarakat disarankan aktif memantau informasi resmi agar tidak tertinggal pembaruan. Langkah ini penting, terutama bagi pengguna BBM harian.

Dinamika Global Tekan Harga Minyak
Hingga saat ini, pemerintah belum memastikan apakah harga BBM akan naik atau turun. Ketidakpastian ini terjadi karena harga minyak dunia terus berubah.

Konflik di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama. Ketegangan tersebut membuat Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak berada dalam kondisi rawan.

Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, pemerintah harus mempertimbangkan ulang kebijakan harga BBM di dalam negeri.

Baca Juga :  Emas Antam Diprediksi Bergerak Naik Turun Minggu Depan

Acuan Resmi Penetapan Harga
Selain faktor global, pemerintah juga mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Pemerintah menghitung harga BBM berdasarkan harga acuan, nilai tukar rupiah, dan komponen pajak.

Rincian Kenaikan BBM Non-Subsidi
Pada periode Februari ke Maret 2026, pemerintah sudah menaikkan beberapa harga BBM non-subsidi.

. Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter.

. Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.450 menjadi Rp12.900.

. Pertamax Turbo naik dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter.

Harga solar non-subsidi juga ikut naik.

. Dexlite meningkat dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter.

. Pertamina Dex naik dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

BBM Subsidi Masih Ditahan
Sementara itu, pemerintah masih menahan harga BBM bersubsidi. Pertalite tetap di Rp10.000 per liter dan Solar di Rp6.800 per liter.

Analisis Ekonom: Kenaikan Wajar
Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi sebagai hal yang wajar. Ia menyebut mekanisme harga mengikuti pasar internasional.

Menurutnya, kenaikan masih tergolong moderat, yaitu sekitar 5 hingga 10 persen.

Peran MOPS dan Mekanisme Pasar
Pemerintah menggunakan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus untuk menentukan harga. Kedua indikator ini mencerminkan kondisi pasar global.

Baca Juga :  100 Bus Mudik Pulang Basamo Dilepas Andre Rosiade

Selain itu, badan usaha juga berwenang menetapkan harga eceran BBM non-subsidi, dengan tetap melaporkan kepada pemerintah.

Tekanan terhadap APBN
Kenaikan harga minyak dunia memberi tekanan pada anggaran negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS berpotensi menambah beban APBN hingga Rp6,7 triliun.

Strategi Pemerintah Tahan Subsidi
Meski menghadapi tekanan, pemerintah tidak akan terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut menjadi opsi terakhir.

Perbandingan Harga di Asia Tenggara
Beberapa negara Asia Tenggara sudah menaikkan harga BBM sejak Februari 2026. Thailand dan Vietnam mengikuti mekanisme pasar sehingga mengalami kenaikan tajam.

Malaysia masih mampu menahan harga karena subsidi besar. Sementara itu, Singapura mencatat harga tertinggi karena tidak memberi subsidi dan menerapkan pajak tinggi.

Indonesia Relatif Stabil
Kondisi ini menunjukkan Indonesia masih relatif stabil. Pemerintah tetap menjaga harga BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.

(Ven*)

Berita Terkait

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Perjuangan Atlet Indonesia Berbuah Lima Emas Asian Games
PPPK Paruh Waktu Minta Formasi 2027 Merata
Mutasi 88 Perwira Polri, Cek Daftar Jabatan Baru
26 Tokoh Wantimpres Dilantik Prabowo, Ini Tugasnya
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Menjadi Kapolri Baru
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Perjuangan Atlet Indonesia Berbuah Lima Emas Asian Games

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Minta Formasi 2027 Merata

Berita Terbaru

Kim Ji Won memerankan dokter jenius Gye Soo Jung dalam drama Korea Doctor X yang mencatatkan rating tinggi sejak episode perdana.(Foto : SBS via Soompi)

Entertainment

Kim Ji Won Bawa Doctor X Cetak Rating Tinggi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:00 WIB

Komaruddin Hidayat mendorong negara-negara ASEAN memperkuat perlindungan karya jurnalistik di era AI dan platform digital.(Foto: Istimewa/liputan6.com).

Nasional

Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:00 WIB

Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.592.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,59 Juta

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi emas batangan di tengah penguatan harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2026.(Foto By AI/liputan6.com)

Ekonomi

Harga Emas Naik, Investor Waspadai Keputusan Suku Bunga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:00 WIB